Forum kota (SMSI) | Palembang – Kepala SMAN 5 Palembang, Dra. Ria Wilastri, M.M., memberikan klarifikasi terkait tudingan yang menyebut adanya dugaan penahanan ijazah dan rapor siswa di sekolah yang dipimpinnya.
Isu tersebut mencuat setelah seorang wali murid berinisial DN (45) menyampaikan keluh kesah kepada wartawan. Menurut pengakuannya, anaknya yang telah lulus masih memiliki tunggakan sejak kelas XI sehingga ia merasa khawatir ketika hendak mengambil ijazah.
“Saya khawatir nanti ijazah anak saya tidak diberikan oleh pihak sekolah karena masih ada tunggakan. Malu juga kalau datang ke sekolah,” ujar DN kepada wartawan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 5 Palembang, Dra. Ria Wilastri, M.M., membantah keras adanya praktik penahanan ijazah.
«”Terima kasih konfirmasinya. Mohon maaf, informasi tersebut tidak benar. Sudah banyak alumni yang mengambil ijazahnya, sedangkan yang belum mengambil juga sudah kami sampaikan melalui teman-temannya agar segera datang mengambil ijazah,” jelas Ria Wilastri.»
Meski demikian, persoalan dugaan penahanan ijazah di sekolah negeri kembali menjadi perhatian publik. Berdasarkan ketentuan di bidang pendidikan, ijazah merupakan hak peserta didik yang telah memenuhi persyaratan kelulusan dan pada prinsipnya tidak boleh ditahan karena alasan administrasi maupun persoalan pembiayaan.
Sejumlah narasumber yang identitasnya tidak dipublikasikan namun dapat dipertanggung jawabkan dan sangat dipercaya mengaku memiliki informasi terkait persoalan tersebut dan telah menyampaikannya kepada wartawan.
Sementara itu, Lembaga Peduli Anti Korupsi Republik Indonesia menyatakan berencana menyampaikan surat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan agar dilakukan penelusuran dan klarifikasi terhadap informasi yang berkembang. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus memastikan pelayanan pendidikan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 5 Palembang tetap menegaskan bahwa tidak pernah melakukan penahanan ijazah terhadap siswa maupun alumni.(Red)
