Tumpukan Sampah di Aliran Sungai Kendal Hambat Irigasi, Petani Sukolilan Hingga Wonosari Kesulitan Air

banner 468x60

Forum Kota | Kendal – Keluhan mengenai pengelolaan sampah kembali mencuat dari warga Kabupaten Kendal. Kali ini, tumpukan sampah di aliran sungai dilaporkan mulai berdampak serius pada sektor pertanian, khususnya bagi para petani di wilayah Patebon ke selatan hingga Pegandon.

Kondisi ini pertama kali diungkap oleh Bung Tomo di grup Liputan Kendal Terkini, Senin(29/12/2025). Dalam unggahan tersebut, ia memberikan imbauan khusus kepada warga di sekitar aliran sungai agar lebih bijak dalam membuang sampah dan tidak membuangnya ke sungai.

banner 525x280

Dampak Nyata bagi Sektor Pertanian

Pencemaran sungai oleh sampah ini bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi sudah menghambat aktivitas ekonomi warga. Beberapa desa yang dilaporkan terdampak langsung di antaranya:

Desa Sukolilan

Desa Bangunrejo

Desa Wonosari

Menurut penuturan warga, saat ini para petani di wilayah-wilayah tersebut sedang memasuki masa tanam padi. Namun, proses pengairan sawah menjadi terhambat karena debit air sungai tidak lancar akibat tertahan oleh tumpukan sampah yang menggunung di beberapa titik aliran sungai.

Harapan Warga

Melalui unggahan yang disertai foto-foto kondisi sungai yang memprihatinkan tersebut, warga berharap adanya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai. Jika perilaku membuang sampah sembarangan ini terus berlanjut, dikhawatirkan produktivitas pertanian di Kendal akan menurun akibat krisis air irigasi yang disebabkan oleh kelalaian manusia sendiri.

Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapat perhatian luas dari netizen setempat yang mendesak adanya tindakan nyata baik dari masyarakat maupun dinas terkait untuk melakukan pembersihan aliran sungai.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *