Hujan Deras Berjam-jam, Banjir Kembali Rendam Kampung Buton Limumir, Air Masuk ke Rumah Warga

Forum Kota0 Dilihat
banner 468x60

 

banner 525x280

Bula, Seram Bagian Timur Provinsi maluku  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bula sejak sore hingga malam hari kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik pemukiman. Kampung Buton, Negeri Administratif Limumir, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah, Sabtu (7/2/2026).

Intensitas hujan yang tinggi dalam waktu berjam-jam mengakibatkan luapan air dari sejumlah saluran dan kawasan sekitar pemukiman warga. Akibatnya, air menggenangi rumah-rumah warga serta ruas jalan, baik jalan lingkungan maupun jalan utama Kampung Buton. Ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga betis orang dewasa, bahkan di beberapa titik air masuk dan menggenangi lantai rumah warga.

Sejumlah warga terpaksa menghentikan aktivitas malam hari dan berupaya menyelamatkan barang-barang rumah tangga agar tidak terendam air. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga lanjut usia dan anak-anak yang tinggal di kawasan rawan banjir.

Salah satu rumah yang terdampak banjir diketahui merupakan kediaman mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Timur dua periode, Amnun. Ia menyampaikan bahwa banjir yang terjadi kali ini bukanlah peristiwa baru, melainkan persoalan lama yang terus berulang dan belum mendapat penanganan serius dari pemerintah daerah.

Menurut Amnun, warga Kampung Buton Limumir sudah bertahun-tahun hidup berdampingan dengan ancaman banjir setiap musim hujan. Berbagai keluhan dan aspirasi telah disampaikan, baik secara langsung maupun melalui pemberitaan di media elektronik dan media daring, namun hingga kini belum ada solusi konkret yang menyentuh akar persoalan.

“Ini bukan kejadian pertama, dan juga bukan pertama kali kami sampaikan. Sudah berulang kali lewat media, tetapi sampai sekarang belum ada solusi nyata. Setiap hujan deras, kami selalu was-was karena banjir pasti datang,” ungkap Amnun.

Ia menilai, banjir yang terus terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga akibat buruknya sistem drainase serta pendangkalan alur sungai dan saluran air di sekitar pemukiman warga.

Warga Kampung Buton Limumir berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur, khususnya dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait, segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang telah menjadi masalah tahunan tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus solusi, warga terdampak mengusulkan sejumlah langkah penanganan yang dinilai mendesak untuk segera direalisasikan. Usulan tersebut antara lain pengerukan sedimen dan timbunan tanah di Kali Waiambohosen yang diduga menjadi salah satu penyebab utama luapan air, perluasan sistem drainase di titik-titik rawan genangan, serta pembangunan drainase atau saluran air baru di kawasan pemukiman yang kerap terendam banjir.

Warga menilai, tanpa penanganan yang menyeluruh dan terencana, persoalan banjir tidak hanya akan terus menghantui Kampung Buton Limumir, tetapi juga wilayah lain di Kecamatan Bula yang memiliki kondisi serupa.

Beberapa kawasan yang juga kerap terdampak banjir di antaranya wilayah Timbul Tenggelam, Kampung Gorom, serta Negeri Administratif Sesar. Warga menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu dan tidak bersifat parsial agar dampaknya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Kalau tidak ditangani secara serius, banjir ini akan terus berulang setiap tahun. Masyarakat yang selalu dirugikan, sementara kerusakan terus terjadi,” ujar salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah daerah tidak lagi menunda penanganan banjir dan segera merealisasikan langkah-langkah struktural yang berkelanjutan. Mereka menilai kehadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan banjir merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kami berharap ke depan tidak lagi mengalami banjir seperti ini. Pemerintah daerah harus hadir dan bertindak, bukan hanya mendengar keluhan,” tegas warga.

Peristiwa banjir yang kembali melanda Kampung Buton Limumir ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil tindakan nyata dalam penanganan banjir, demi mencegah kerugian yang terus berulang dan memastikan rasa aman bagi masyarakat. ***  M  Lausepa

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *