Tradisi Nyekar Jelang Ramadhan Tetap Lestari di Dusun Dermo, Warga Padati Area Pemakaman

Berita0 Dilihat
banner 468x60

Forum Kota id. LAMONGAN – Tradisi nyekar menjelang bulan suci Ramadhan terus dilestarikan oleh warga Dusun Dermo, Kecamatan Sarirejo, Kabupaten Lamongan. Kegiatan doa dan tabur bunga di makam keluarga yang telah meninggal dunia dilakukan sebagai adat turun-temurun sebelum memasuki bulan puasa, pada hari Selasa (17/02/2026).

Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke area pemakaman Dusun Dermo dengan membawa bunga tabur. Mereka datang bersama keluarga, termasuk anak-anak dan kerabat yang pulang dari perantauan untuk menyambut Ramadhan di kampung halaman.

banner 525x280

Setibanya di lokasi, warga terlebih dahulu memanjatkan doa bagi para ahli kubur, memohon ampunan dan ketenangan bagi keluarga yang telah berpulang. Setelah prosesi doa selesai, mereka menaburkan bunga di atas pusara sebagai bagian tak terpisahkan dari tradisi.

Tak hanya berdoa dan menabur bunga, warga juga membersihkan area pemakaman dengan membawa peralatan seperti sabit, sapu, dan cangkul. Rumput liar dibersihkan, lingkungan sekitar dirapikan, serta nisan dibersihkan agar tetap terawat—mencerminkan kepedulian terhadap tempat peristirahatan terakhir sanak saudara.

Salah satu peziarah, Elisa, menyampaikan bahwa tradisi nyekar bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga. “Biasanya keluarga yang merantau juga pulang menjelang Ramadan. Jadi selain ziarah, ini juga jadi ajang berkumpul dan saling membantu membersihkan makam,” ujarnya.

Suasana kebersamaan terasa nyata di lokasi. Warga saling bergotong royong, tidak hanya membersihkan makam keluarga sendiri, tetapi juga membantu merapikan makam di sekitarnya, yang mencerminkan nilai solidaritas dan kekeluargaan yang kuat.

Tradisi nyekar menjelang Ramadan telah menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Dusun Dermo. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi warga untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Warga berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang, sehingga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada orang tua tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Penulis iswanto

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *