Dana BUMDes Di Sumberjo Diduga Digelapkan Kepala Kampung, Transparansi Dipertanyakan

Berita, Lampung15219 Dilihat
banner 468x60

‎Forum Kota |Lampung Tengah – Dugaan Penggelapan dana BUMDes untuk pengadaan kodok , kolam ikan , padi dan jagung menghebohkan warga Desa Sumberjo kota gajah , Lampung Tengah.

‎Dana ratusan juta rupiah yang semestinya digunakan untuk pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa justru diduga kuat dijadikan bancakan oleh oknum aparat pemerintah desa, khususnya Kepala kampung Sumberjo, Alih-alih meningkatkan ekonomi warga, anggaran tersebut malah disinyalir diselewengkan.

banner 525x280

‎Ironisnya, ketika para jurnalis gencar menyoroti dan memberitakan kasus ini, Kepala kampung Sumberjo justru menghilang. Nomor WhatsApp yang bersangkutan tidak lagi bisa dikonfirmasi. Sejumlah wartawan mengaku pesan mereka tidak pernah dibalas dan diduga kuat Sumarno alergi dengan wartawan.‎

‎Pakar Komunikasi Politik ,Prof. Dr. Anna Gustina Z., S.Sos., M.Si.., mengecam keras sikap Kepala kampung Sumberjo yang dinilainya pengecut dan tidak pantas menjadi aparatur pemerintah. Menurutnya, pejabat publik yang dibiayai uang rakyat melalui APBDes wajib terbuka dan siap diawasi.

‎”Jika kepala kampung tidak mau dikonfirmasi lalu bagaimana tugas kontrol sosial para media , apakah di abaikan” tegasnya.

‎Anna menambahkan, bila Kepala kampung Sumberjo merasa tidak bersalah, tidak ada alasan untuk menghindari wartawan.

‎”justru menunjukkan ada yang disembunyikan. Itu pertanda tata kelola pemerintahan desa yang bobrok. Jika tidak siap dikritik, lebih baik mundur dari jabatan Kak,” ujarnya.

‎Yang lebih mencuat ketua BUMDES yakni anak menantu kepala kampung tersebut ,menimbulkan pertanyaan keras terhadap masyarakat seolah olah menjadikan dinasti jabatan.

‎Warga berharap kejelasan segera muncul dan dana yang hilang bisa dipertanggungjawabkan.

‎Menanggapi berbagai dugaan tersebut, sejumlah warga sekitar berharap adanya pemeriksaan menyeluruh oleh Inspektorat Lampung Tengah untuk mengaudit pengelolaan keuangan desa, termasuk dana BUMDes.‎

‎Warga menekankan pentingnya penanganan secara transparan, objektif, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan guna menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola keuangan desa.

‎Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala kampung Sumberjo sumarno tidak dapat dihubungi. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp tidak dibalas. Fakta bahwa sejumlah wartawan yang intens memberitakan kasus BUMDes ,semakin menguatkan dugaan bahwa Kakam sengaja membungkam pers dengan mengabaikan pesan tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *