FORUMKOTA.ID | MAKASSAR – Aktivitas bongkar muat barang serta parkir kendaraan truk milik sejumlah perusahaan ekspedisi di sepanjang Jalan Teuku Umar Raya, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kembali menuai keluhan dari warga sekitar. Kegiatan yang berlangsung tepat di badan dan bahu jalan ini dinilai sangat mengganggu kelancaran lalu lintas serta membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Keluhan warga semakin menguat mengingat truk-truk besar kerap diparkir berjejer di kedua sisi ruas jalan, sementara proses pemuatan dan pembongkaran barang justru dilakukan di atas jalur utama. Kondisi ini membuat lebar jalan menjadi menyempit dan menghalangi pandangan pengendara, terutama bagi mereka yang keluar dari jalan-jalan kecil atau kawasan permukiman menuju Jalan Teuku Umar Raya.
Salah satu warga setempat, Ophi, mengaku khawatir situasi tersebut bisa memicu kecelakaan lalu lintas kapan saja, apalagi saat jam sibuk di mana arus kendaraan cukup padat.
“Kiri kanan jalan dipakai parkir dan bongkar muat, itu sangat berbahaya bagi pengendara maupun warga sekitar. Kami yang keluar dari gang atau jalan kecil sama sekali tidak bisa melihat kendaraan yang melintas dari arah berlawanan karena tertutup truk besar,” ungkap Ophi, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, keluhan serupa sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan warga, namun hingga kini belum ada perubahan berarti. Warga pun mempertanyakan pengawasan pihak terkait terhadap aktivitas usaha yang dinilai melanggar ketertiban umum tersebut.
Selain berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan, praktik bongkar muat di badan jalan ini juga kerap menjadi penyebab kemacetan di kawasan itu. Masyarakat menuntut agar perusahaan ekspedisi bertanggung jawab dan menyediakan area khusus bongkar muat yang berada di dalam lingkungan usaha, sehingga tidak lagi mengganggu kepentingan umum.
“Harapan kami, Dinas Perhubungan dan aparat penegak hukum segera turun melakukan penertiban. Kami tidak menolak keberadaan usaha mereka, tapi mohon tertibkan kegiatan operasionalnya agar tidak merugikan warga lain,” tambah Ophi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen perusahaan ekspedisi terkait keluhan yang disampaikan warga. Pemerintah daerah dan instansi berwenang pun diharapkan segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan dan kenyamanan berlalu lintas di Jalan Teuku Umar Raya.(Suriyanti)













