JERITAN PEDAGANG KELILING: Sejak Ada MBG, Rezeki Kami Tertutup Total!

banner 468x60

Tanah Datar, ForumKota.id,-Wajah-wajah lesu dan raut kekecewaan tampak jelas terpancar dari para pedagang keliling yang biasa mangkal di sekitar kawasan sekolah ini. Dulu, sepulang sekolah adalah momen paling dinanti, saat anak-anak berkerumun antre membeli jajanan, minuman, maupun makanan yang mereka jajakan. Namun, suasana riuh itu kini tinggal kenangan. Sejak diterapkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), omzet dagangan mereka anjlok drastis, hingga nyaris tak ada pemasukan sama sekali.

 

banner 525x280

Rian, salah satu pedagang somay yang sudah berdagang di sini lebih dari lima tahun menyampaikan pada forumkota.id Selasa (02/06), Sambil menghela napas panjang saat menceritakan perubahan yang terjadi. Menurutnya, sebelum ada program MBG, setiap hari ia bisa menghabiskan puluhan botol kuah somay dan beragam jajanan. Keuntungannya cukup untuk menyambung hidup istri dan anak-anaknya. Namun, semua berubah seratus delapan puluh derajat belakangan ini.

Hal senada diungkapkan Amir, pedagang bakso krispi di sebelahnya. Ia mengaku hampir putus asa. Modal yang ia keluarkan tiap hari untuk membeli bahan baku sering kali tidak kembali, malah rugi.

“Kami ini orang kecil. Tidak punya tanah, tidak punya warung tetap. Hanya mengandalkan dorongan ini untuk makan. Dulu sekolah adalah ladang rezeki kami. Sekarang? Rasanya seperti rezeki kami ditutup total. Anak-anak sudah kenyang di dalam, jadi tidak mau beli lagi di luar. Kami harus bagaimana?” serunya, matanya berkaca-kaca.

 

Para pedagang tidak menolak kehadiran program makan bergizi gratis. Mereka paham dan setuju jika generasi penerus bangsa harus mendapat asupan makanan yang baik dan sehat. Namun, mereka memohon agar pemerintah atau pihak pengelola sekolah memikirkan jalan tengah, agar keberadaan mereka tidak lenyap begitu saja.

Mereka berharap ada peluang bagi mereka untuk tetap berjualan, mungkin dengan pertukaran jam pembagian MBG di sekolah bisa peluang anak sekolah bisa belanja.

“Kami tetap berharap, mungkin nanti ada jalan keluarnya. Kalau begini terus, kami benar-benar tidak tahu harus makan apa besok. Kami hanya minta diperhatikan,  Kami juga rakyat yang butuh makan,dan kami harap keluhan kami bisa sampai pada presiden yang membuat kami kesulitan” pungkas Rian sebelum kembali duduk diam menunggu, meski ia tahu kemungkinan ada pembeli hari ini sangat tipis.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan pedagang keliling ini masih setia menunggu di pinggir jalan, mempertaruhkan sisa harapan, di tengah ketidakpastian nasib usaha mereka semenjak program MBG berjalan.***

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *