Forkot-Aksi telusuri Situ Rawa Besar, Pancoran Mas Kota Depok di gelar bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup SeDunia.
Koalisi Indonesia Lestari (KAWALI) Kota Depok dan Jabar Hejo yang keduanya adalah lembaga resmi yang bergerak di pelestarian lingkungan hidup sengaja memprakarsai secara bersama-sama acara susur situ tersebut dengan maksud untuk memperkenalkan Situ Rawa Besar baik dari sisi potensi maupun permasalahan yang ada atas kelestarian situ tersebut.
Acara yang diselenggarakan pada Sabtu 6 Juni 2026 itu, masyarakat umum, para pegiat lingkungan hidup serta aparat pemerintah yang berkaitan dengan itu.
Tak kurang sekitar 50 orang peserta hadir tepat waktu dan langsung melakukan aksi telusur situ sambil memungut sampah yang didapatinya.
Nampak mereka sangat antusias. Namun , beberapa waktu kemudian, para peserta banyak yang tercengang, mereka mendapatkan di pinggiran situ Rawa Besar ada perkampungan yang terbilang kumuh. Dan kabarnya, kampung yang ada di sisi barat situ itu yang terletak di wilayah RW 14, Kel Depok Jaya adalah bangunan liar dan tanah yang digunakan untuk permukiman mereka adalah tanah sepadan setu Rawa Besar. Sayangnya, pihak pemerintahan kelurahan Depok Jaya tidak turut serta dalam kegiatan ini, sehingga masyarakat peserta telusur Situ Rawa Besar tidak bisa mendapatkan keterangan secara langsung dari pihak pemerintah Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok terkait keberadaan perkampungan kumuh itu.
Bukan cuma itu, para peserta pun tidak bisa mulus menyusuri situ secata utuh, ini dikarenakan trek lintasan jalan di bibir setu terputus. Jalan tertutup perkampungan. Pada akhirnya mereka harus keluar wilayah situ terlebih dahulu, dan setelah 1 Km berjalan, baru bisa masuk kembali ke area sisi setu di sisi Timur.
Terkait temuan-temuan yang dilihat langsung oleh para peserta, Ocen, selaku koordinator pelaksana susur situ menerangkan, hal ini memang betul adanya, dan masyarakat peserta susur situ sudah melihat secara langsung kondisi situ Rawa Besar. Ocen berharap, ketika masyarakat tau permasalahan, justru mereka menjadi lebih peduli dan secara bersama melakukan tindakan positif guna pelestarian serta pengembalian fungsi Situ Rawa Besar.
Agus Setiawan yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyatakan sangat berterima kasih dengan adanya acara Susur Situ Rawa Besar, sehingga pihaknya bisa melihat kondisi sesungguhnya secara langsung berama masyarakat. Agus yang kepala seksi pengolahan sampah di DLHK itu mengatakan, pihaknya hanya mengurus terkait sampah di permukaan serta sampah di lingkungan penduduk. Namun dengan adanya perkampungan liar yang ada, akan dijadikan sebagai catatan terkait sampah yang ditimbulkan dari perkampungan tersebut. Sementara terkait hal lain yang bersinggungan langsung dengan DLHK akan seģera kami laporkan ke atasan.
Hasyim ketua Jabar Hejo Lestari mengatakan, kolaborasi kami dengan KAWALI Kota Depok akan terus berlanjut dan kami akan berkomitmen untuk membangun wiĺayah sesuai dengan porsi kami. “Kami akan berusaha mengisi ruang-ruang kosong untuk berekspresi dan berinisiatif dalam membangun Kota Depok, utamanya hal yang terkait dengan lingkungan hidup” papar Hasim.
Senada dengan Hasyim, Endro Gempat Andrajati juga mengatakan, kolaborasi KAWALI Kota Depok bersama Jabar Hejo Lestari merupakan instrumen yang bakal menjadi mitra sekaligus penyeimbang atas segala kinerja pemerìntah demi pembangunan yang berkesinambungan.Terkait evaluasi kegiatan Susur Situ Rawa Besar, Endro menilai butuh koodinasi lintas dinas dan instansi serta pegiat lingkungan agar tidak terjadi saling lempar tanggung jawab dalam hal mengatasi dan memecahkan permasalahan yang ada.
Di akhir acara, para peserta melakukan penandatanganan komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan serta ungkapan pesan dan kesan terkait kondisi Situ Rawa Besar. (Deep)












