TANAH DATAR, ForumKota.id – Dampak nyata langsung terasa di lokasi proyek Jembatan Manunggal, Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, Kamis (16/07),tak lama setelah Kepala Polsek Lima Kaum AKP Asril melarang dan melabeli pengaturan lalu lintas oleh pemuda sebagai pungutan liar. Ketertiban yang sempat terjaga kini runtuh seketika, digantikan kemacetan parah, pertengkaran antarwarga yang melintas, hingga kecelakaan yang mengancam nyawa.
Sejak pernyataan tegas AKP Asril disampaikan dan para pemuda berhenti bertugas, badan jalan yang menyempit akibat proyek tak lagi memiliki penunjuk arah. Kendaraan saling serobot, memicu amarah antar pengendara yang berujung adu mulut dan pertengkaran. Bahkan sudah terjadi kecelakaan tunggal yang merugikan pengendara pelajaran, murni karena tidak ada yang mengatur giliran lewat.
Ancaman paling mengkhawatirkan kini menimpa anak-anak TPA yang setiap hari harus menyeberang jalan menuju masjid. Tanpa ada pendampingan dan pengaturan dari para pemuda, mereka harus membelah kerumunan kendaraan yang tak beraturan. Suasana ini membuat para guru dan orang tua merasa sangat cemas, khawatir hal buruk sewaktu-waktu menimpa putra-putri mereka.
Ketua Pemuda Nagari Lima Kaum, Muhammad Husen, mengaku sangat prihatin melihat kondisi yang terjadi saat ini. “Kami sudah berusaha sekuat tenaga menjaga keselamatan bersama, namun kini saat kami mundur karena disebut pungli, kekacauan justru datang menimpa kita semua,” ujarnya sedih, mengingat perjuangan kawan-kawannya siaga nyaris 24 jam.
Pihaknya berharap pernyataan yang disampaikan AKP Asril dapat ditinjau kembali. “Kami tidak meminta keuntungan pribadi, semua demi ketertiban dan sebagian untuk kepentingan masjid. Bila dibiarkan begini terus, yang rugi dan celaka bukan hanya kami, tapi seluruh warga yang melintas serta anak-anak yang sedang belajar agama,” tegas Husen.
Warga kini menanti solusi bijak dari pihak berwenang, termasuk Kepolisian dan pemerintah daerah. Masyarakat berharap ada jalan tengah yang adil: aturan hukum tetap ditegakkan, namun keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di Jembatan Manunggal tetap terjamin tanpa harus membiarkan kekacauan merajalela. []








