Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 96 UIN Walisongo Promosikan UMKM Pembuatan Intip

banner 636x380

DEMAK – Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 96 UIN Walisongo Semarang melaksanakan kunjungan dan promosi terhadap dua unit usaha UMKM di Desa Bakalrejo Kec. Guntur Kabupaten Demak, Senin 3 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi langkah mahasiswa untuk mempromosikan produk UMKM, memahami kendala produksi dan pemasaran, sekaliguas merancang untuk memperluas jangkauan pasar pembelian produk lokal yang bernilai budaya dan ekonomi yang semakin dikenal luas.

Usaha Pembuatan Intip (cemilan tradisional hasil olahan kerak nasi yang dijemur hingga kering kemudian digoreng renyah). Dalam kunjungan UMKM pembuatan intip tersebut, mahasiswa melihat langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga tahap pengemasan, serta mendiskusikan kendala pemasaran dan peluang pengembangan produk usaha intip.

banner 636x380

Ibu Siti Munafiah, selaku pendiri pembuatan intip menceritakan bahwa ia memulai pembuatan intip dari mulai tahun 2018, awal mula memulai dari coba-coba membuat intip saat nasi sisa masih ada, kemudian mencoba membuat dari nasi sisa tersebut yang kemudian di cetak menggunakan cetakan bulat lalu dikeringkan dan dipanaskan menggunakan api untuk digoreng. Awal menggoreng intip menggunakan api kayu yang panasnya belum sesuai, akhirnya saat di goreng tidak mekar sempurna, Ibu Siti Munafiah terus mencoba menyesuaikan panas api sampai beberapa kali gagal untuk mengembang mekar, akhirnya setelah beberapa kali gagal mekar akhirnya panas apinya sesuai dengan mengembang mekarnya intip tersebut. Dari situ Ibu Siti Munafiah kemudian menawarkan intip ke tetangga sekitar dan warung terdekat untuk dijual.

“Awalnya saya coba-coba mengolah nasi sisa, dicetak bulat lalu dijemur. Percobaan pertama hingga kesekian berkali-kali gagal saat digoreng karena api belum pas, sampai akhirnya menemukan suhu yang tepat sehingga intip bisa mekar sempurna. Ibu tawarkan ke tetangga sekitar Kemudian tetangga sekitar mencoba buatan ibu ternyata tetangga suka namun kurang asin akhirnya ibu tambahkan penyedap asin seperti garam dan micin. Tetangga jadi suka dengan rasanya kemudian ibu buat dengan bungkusan kecil lalu dikirim ke warung-warung dengan harga seribu per bungkus. Dari situlah ibu mengembangkan pembuatan intip sampai saat ini,” ujar Ibu Siti Munafiah

Mahasiswa KKN MIT-22 posko 96 berkomitmen untuk mendampingi kedua usaha UMKM tersebut selama masa pengabdian dengan mempromosikan produk UMKM ke media sosial. Diharapkan kegiatan ini dapat memperluas jangkauan pasar dan produk yang dipromosikan ramai peminat yang ingin membeli produk UMKM layang-layang dan pembuatan intip.

Penulis: Rahmat Fajar Utomo

KKN-MIT 22 UIN Walisongo Semarang Posko 96 — Desa Bakalrejo Kecamatan Guntur Kabupaten Demak

banner 636x380