Begini Kesaksian Boim, Suami Anggota DPRD Jateng Yang Ditembak Jarak 10 Meter

banner 468x60

Forumkota.id, Pekalongan. Malam itu seharusnya berjalan biasa di rumah Amat Muzakhim yang akrab disapa Boim. Sabtu (14/2), sekitar pukul 21.10 WIB, ia duduk santai di depan rumahnya di Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ditemani beberapa orang. Tidak ada firasat buruk. Yang ada di pikirannya hanya satu hal sederhana, mungkin tamu COD, seperti yang sering terjadi sebelumnya.

 

banner 525x280

Namun dalam hitungan detik, suasana berubah mencekam.

 

Seorang pria asing tiba-tiba masuk ke halaman rumah. Motor yang dikendarainya berhenti menghadap ke barat. Tanpa banyak gerak, pria itu menoleh ke arah Boim. Jarak mereka hanya sekitar 10 meter jarak yang terlalu dekat untuk sebuah senjata api.

 

Lalu terdengar letusan.

 

Suara tembakan memecah malam yang tenang. Api menyembur dari ujung senjata. Peluru melesat ke arah Boim, namun nasib berkata lain tembakan itu meleset. Boim selamat, nyaris tanpa luka, namun bukan tanpa trauma.

 

“Saya sempat mau mengejar,” tutur Boim dengan suara tertahan. “Tapi saya tangan kosong. Dia bawa pistol.”

 

Pelaku hanya satu orang. Setelah melepaskan satu tembakan, ia langsung kabur meninggalkan lokasi. Tidak ada kata. Tidak ada peringatan. Hanya ancaman yang nyata.

 

Dari ingatan Boim, pelaku bertubuh sedang, tinggi sekitar 170 sentimeter. Wajahnya tertutup helm dan masker, seolah tak ingin dikenali. Ia mengendarai Honda Vario hitam, dengan nomor polisi yang sengaja ditutup kertas atau plastik putih sebuah detail yang menambah kesan penyerangan ini bukan kebetulan.

 

Tak lama setelah kejadian, polisi tiba di lokasi. Di sekitar TKP, aparat menemukan proyektil bukti bisu bahwa nyawa Boim benar-benar sempat berada di ujung peluru.

 

“Saya tidak tahu jenis senjatanya,” kata Boim. “Tapi jelas itu senjata api. Ada api keluar, dan proyektilnya ditemukan.”

 

Sebagai suami anggota DPRD Jawa Tengah, nama Boim bukan orang asing di lingkungan sekitar. Saat ini, ia juga tengah aktif mendampingi kasus dugaan penculikan seorang pedagang martabak yang sedang ditangani kepolisian. Apakah penembakan ini berkaitan dengan aktivitas tersebut?

 

Boim tidak ingin berspekulasi.

 

“Saya tidak bisa memastikan. Saya masih fokus mendampingi kasus itu,” ujarnya, menyerahkan sepenuhnya pengusutan kepada penyidik.

 

Harapan kini bertumpu pada rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Rekaman CCTV tersebut telah diserahkan kepada polisi dan diharapkan menjadi kunci untuk mengungkap siapa pelaku dan motif di balik aksi nekat itu.

 

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Sementara itu, malam Kedungwuni telah kembali sunyi. Namun bagi Boim, suara letusan itu masih terngiang mengingatkan bahwa maut sempat datang, hanya berjarak 10 meter dari tempat ia duduk.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *