Bhayangkari Peduli, Wujud Dukungan Sosial bagi Personel Pengamanan di Dampal Selatan

SULTENG, TOLITOLI | forumkota.id — Pengurus Ranting Bhayangkari Dampal Selatan, Cabang Tolitoli, Daerah Sulawesi Tengah, kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung tugas-tugas kepolisian melalui kegiatan sosial bertajuk “Bhayangkari Peduli”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, sekitar pukul 09.30 WITA, bertempat di Pos Pengamanan Dampal Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bhayangkari Ranting Dampal Selatan, Ny. Hasmidar Haspudin, bersama jajaran pengurus, menyerahkan bingkisan kepada personel yang bertugas di Pos Pengamanan Dampal Selatan.

Penyerahan dilakukan secara langsung dan diterima oleh Kepala Pos Pengamanan AKP Haspudin Abd. Azis, yang juga menjabat sebagai Kapolsek Dampal Selatan.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi internal antara keluarga besar Polri dengan satuan tugas di lapangan.

Aksi Bhayangkari Peduli dapat dipahami sebagai bentuk dukungan sosial (social support) yang berperan penting dalam menjaga motivasi kerja, stabilitas psikologis, serta kinerja personel kepolisian, khususnya dalam menjalankan tugas pengamanan yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.

Ny. Hasmidar Haspudin menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Bhayangkari terhadap personel Polri yang sedang menjalankan tugas pengamanan, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Dampal Selatan.

Menurutnya, perhatian sederhana namun berkelanjutan memiliki dampak positif terhadap semangat dan solidaritas anggota.

Sementara itu, AKP Haspudin Abd. Azis, mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Bhayangkari Ranting Dampal Selatan. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi moral yang memperkuat hubungan emosional antara anggota Polri dan keluarga besar Bhayangkari, sehingga berdampak pada peningkatan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

Melalui kegiatan Bhayangkari Peduli ini, diha.rapkan terbangun ekosistem kerja yang harmonis dan berkelanjutan, di mana dukungan sosial dan empati menjadi bagian integral dalam sistem pengamanan wilayah.

Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan sumber daya manusia institusional, yang menekankan keseimbangan antara tugas operasional dan kesejahteraan psikososial aparat penegak hukum.

Wartawan : ALMI FEBRAM