Ringkasan Berita:
- Gubernur Maluku Utara Sherly Laos bersama Direktur Jenderal SDA, Dwi Purwantoro, membicarakan program strategis terkait keamanan wilayah dan pelayanan dasar masyarakat.
- 3 usulan prioritas yang mendesak yaitu pembangunan tanggul di Jambula guna menghindari longsor dan banjir, penyediaan air baku di Rioribati agar kebutuhan air bersih masyarakat tercukupi, serta pengelolaan banjir di Amasing Kali.
- Usaha pemerintah daerah dalam memastikan setiap wilayah memiliki perlindungan infrastruktur dasar yang cukup.
,SOFIFI— Gubernur Maluku Utara Sherly Laos berdiskusi dengan Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Dwi Purwantoro, mengenai berbagai program strategis terkait keamanan wilayah dan pelayanan dasar masyarakat, Senin (1/12/2025).
Pada pertemuan tersebut, Sherly Laos mengusulkan tiga prioritas yang mendesak yaitu pembangunan tanggul di Jambula untuk menghindari longsor dan banjir, penyediaan air baku di Rioribati agar kebutuhan air bersih masyarakat tercukupi, serta pengelolaan banjir di Amasing Kali.
Ia menyampaikan bahwa tindakan ini adalah upaya pemerintah daerah untuk memastikan setiap wilayah memiliki perlindungan infrastruktur dasar yang cukup.
“Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dari ancaman bencana serta memastikan tersedianya air bersih yang layak. Itu adalah kebutuhan dasar,” tegas Sherly.
Selain membahas usulan wilayah, Dwi Purwantoro dari Ditjen SDA juga menyampaikan beberapa kegiatan yang sedang berlangsung di Maluku Utara.
Program ini mencakup pengelolaan endapan, pembuatan saluran drainase, pembangunan perisai gelombang, serta perencanaan tambahan proyek infrastruktur sumber daya air untuk periode 2025–2026.
Program ini dianggap sangat penting dalam mengurangi kerentanan daerah pesisir dan kawasan aliran sungai di Maluku Utara yang beberapa tahun terakhir mengalami tekanan iklim serta curah hujan yang tinggi.
Dwi Purwantoro memastikan bahwa seluruh keluhan yang disampaikan Sherly Laos akan segera dibahas bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan teknis.
“Kami telah menerima dan akan mengkoordinasikan seluruh usulan yang diajukan. Selanjutnya, BWS Maluku Utara akan melanjutkannya secara teknis,” kata Dwi. (*)
