Hasil Poling Mutlak Menolak, Sebagian Wali Murid SDN 04 Baringin Tolak Program BAZNAS, “Diduga Ada Kepentingan Pribadi”

TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID – Rencana kerja sama yang semula direncanakan dalam kegiatan bertema “Indahnya Berbagi, Menyatukan Hati di UPT SDN 04 Baringin” kini menemui jalan buntu. Kegiatan yang awalnya bertajuk penyambutan wali murid, Program Parenting, hingga rencana penandatanganan MoU antara UPT SDN 04 Baringin dengan BAZNAS Kabupaten Tanah Datar, justru berakhir dengan penolakan bulat dari seluruh orang tua siswa. Keputusan tegas ini lahir dari hasil pemungutan suara yang disebar melalui grup WhatsApp.

 

Dari kelas satu hingga enam, “Menyeluruh wali murid secara merata menyatakan ketidaksetujuan terhadap rencana tersebut”. Salah satu perwakilan wali murid yang hanya bersedia dikenal dengan inisial BN mengungkapkan alasan utama penolakan tersebut. “Kami menolak karena dalam rancangan program disebutkan 20 persen dana akan masuk ke rekening BAZNAS. Hal ini memberatkan dan tidak memberikan manfaat nyata langsung bagi kebutuhan belajar anak-anak kami,” tegas BN mewakili pendapat mayoritas orang tua.

 

Keresahan dan kecurigaan semakin menguat di kalangan wali murid terkait pelaksanaan kegiatan yang dijadwalkan itu. “Mereka menilai tawaran kerja sama seolah-olah dipaksakan kehendaknya oleh Bendahara Komite Sekolah, Yulia Roza, M.Pd”. Dugaan ini muncul lantaran diketahui secara luas bahwa suami Yulia Roza bekerja sebagai pegawai di lingkungan BAZNAS Tanah Datar. Warga menduga langkah ini bukan murni demi sekolah, melainkan sarana mencari nama dan mengangkat kedudukan suaminya.

 

Keputusan melalui poling WhatsApp dilakukan agar setiap wali murid bebas menyampaikan pendapat tanpa tekanan. Padahal kegiatan ini semula dirancang sebagai wadah silaturahmi dan pembekalan pola asuh bagi orang tua. Namun hasilnya menunjukkan satu kesimpulan bulat: mereka merasa program kerja sama ini sama sekali tidak dibutuhkan dan lebih mengarah pada kepentingan pribadi, bukan kemajuan pendidikan siswa.

 

Para orang tua berharap keputusan hasil poling ini dihormati sepenuhnya oleh pihak sekolah dan pengurus komite. Mereka menegaskan tidak mau lembaga pendidikan dijadikan ajang pencitraan individu maupun kelompok tertentu. Setiap program yang masuk ke sekolah harus murni bertujuan untuk kepentingan siswa, transparan, serta bebas dari unsur tekanan maupun kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat.

 

Hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari Yulia Roza maupun pihak BAZNAS terkait penolakan mutlak ini. Hasil poling ini menjadi bukti nyata bahwa meskipun kegiatan dibalut tema indah tentang berbagi dan persatuan, aspirasi rakyat kecil tetap harus didengar dan dijunjung tinggi demi menjaga kemurnian tujuan pendidikan.***