Hujan Deras Tak Bendung Amukan Jago Merah, Rumah Panggung di Kedaton OKU Ludes Terbakar

Forum Kota, Sumsel1117 Dilihat

Forum Kota | OKU, SUMSEL – Suasana tenang di tengah guyuran hujan lebat di Desa Kedaton mendadak berubah menjadi mencekam pada Rabu malam (22/04/2026). Musibah kebakaran hebat dilaporkan melanda pemukiman padat penduduk, menghanguskan sebuah bangunan rumah panggung milik warga yang sebagian besar materialnya terdiri dari kayu kering yang mudah terbakar.
​Peristiwa nahas tersebut tepatnya terjadi di wilayah Dusun VIII, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya (KPR), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Lokasi kebakaran yang berada tepat di depan sekolah MI Muhammadiyah Kedaton membuat api terlihat sangat mencolok dari kejauhan, memicu kepanikan luar biasa bagi warga sekitar yang sedang beristirahat di dalam rumah masing-masing.
​Kobaran api pertama kali diketahui mulai membesar pada pukul 20.00 WIB. Meski saat itu wilayah OKU dan sekitarnya tengah diguyur hujan, debit air hujan ternyata tidak mampu memadamkan api yang sudah terlanjur menguasai bagian atas bangunan. Angin yang bertiup cukup kencang di lokasi kejadian justru membuat api semakin beringas dan merembet ke seluruh bagian rumah.
​Struktur bangunan yang merupakan rumah panggung tradisional menjadi faktor utama cepatnya api menjalar. Sebagian besar kerangka, dinding, hingga lantai rumah yang berbahan kayu membuat si jago merah mendapatkan “bahan bakar” yang cukup untuk terus berkobar. Dalam hitungan menit, api telah melahap bagian atap dan meruntuhkan struktur utama bangunan kayu tersebut.
​Warga setempat yang melihat kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah dan berupaya memberikan bantuan dengan alat seadanya. Namun, panasnya suhu di sekitar titik api dan kepulan asap hitam yang pekat membuat upaya pemadaman mandiri oleh warga menjadi sangat sulit dilakukan. Teriakan histeris dan suara sirine pemadam kebakaran mulai memecah kesunyian malam di Desa Kedaton.
​Beberapa unit armada pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Petugas pemadam harus berjibaku melawan kobaran api agar tidak merambat ke bangunan sekolah MI Muhammadiyah maupun rumah-rumah warga lainnya yang posisinya saling berdekatan. Suara riuh warga dan instruksi petugas terdengar saling bersahutan di tengah rintik hujan yang masih turun.
​Hingga berita ini disusun, penyebab pasti munculnya api yang menghanguskan rumah tersebut masih menjadi misteri. Pihak berwenang setempat bersama kepolisian masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Belum dapat dipastikan apakah kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik (korsleting) atau ada faktor lain yang menyebabkan api muncul pertama kali dari dalam rumah.
​Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai angka yang cukup besar. Pemilik rumah dan keluarga saat ini dilaporkan telah mengungsi ke tempat kerabat terdekat. Petugas masih melakukan pendinginan di lokasi guna memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi menyala kembali.  ***