Kadisdik Jateng Responsif, Bantu Penyelesaian Siswa Yang Nyaris Putus Sekolah

Call Center Disdik Jateng Berfungsi Sesuai Harapan Masyarakat

banner 468x60

Semarang | Forum Kota – Meskipun Kanal Aduan #LaporGub sudah lama tersedia bagi masyarakat Jawa Tengah, namun kala itu, saat Gubernur dijabat Ganjar Pranowo, masyarakat lebih senang menyampaikan aduan dan permasalahannya melalui Medsos @ganjarpranowo baik twitter / x.com, instagram, maupun facebook. Dan yang lebih ekstreem, banyak pula yang menyampaikan melalui Jalur / Jaringan Pribadi WhatsApp Gubernur Nyentrik tersebut. Dan beruntungnya, masyarakat jateng dimanjakannya dengan respon penyelesaian yang sangat cepat.

Sepeninggal Gubernur Ganjar, banyak masyarakat yang kebingungan bila ingin mengadukan permasalahannya. Sebab kanal medsos yang digemari dan praktis digunakan, praktis tidak tersedia lagi. Kalaupun ada medsos Pemprov Jateng, tidaklah responsif. Namun beruntung, masih ada peninggalan kanal #LaporGub yang ternyata masih dikelola dengan baik, dan semua aduan diteruskan ke OPD Teknis yang bertanggungjawab. Selain itu, beberapa OPD Kruisial juga menyediakan Layanan Call Center untuk menerima aduan masyarakat, salah satunya adalah Dinas Pendidikan Jateng dengan Nomor Call Center 08112663000

banner 525x280

Seperti yang dialami Okvani, warga Tanjung Mas, Semarang Utara. Dirinya  menceritakan bahwa ibunya yang sudah berusia 70 tahun dan sakit-sakitan, mengurus dua orang cucunya yang ditinggal kedua orang tua nya. Salah seorang keponakannya tersebut (Val) saat ini sedang duduk di kelas X sebuah SMA Swasta di Semarang Utara. Permasalahan yang dihadapinya adalah tunggakan SPP selama 10 bulan dan harus segera dilunasi, bila tidak, maka akan dianggap mengundurkan diri.

“Saya mengerti, pihak sekolah sudah sangat bijaksana dengan mengijinkan tetap bisa mengikuti pelajaran, meskipun tunggakannya sangat banyak. Saya juga sangat berterimakasih pada pihak sekolah dengan dispensasi waktu yang diberikan dan penurunan nominal SPP menjadi Rp 250.000,-. Namun apa daya, saya yang hanya tukang ojol, bisa menghidupi anak istri, orang tua dan keponakan saja sudah bersyukur”, tutur Okvani pada media ini.

Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab disapa Vani tersebut, bahwa sebenarnya dia bisa mencari pinjaman untuk membayar tunggakan SPP keponakannya, namun batas waktu yang diberikan pihak sekolah tidak bisa terkejar dengan jadwal pencairan pinjamannya.

“Pihak sekolah memberikan Deadline tanggal 30 Juni, sedangkan jadwal pencairan pinjaman saya di Mekar sekitar pertengahan bulan Juli. Saya bingung, jangan sampai keponakan saya putus sekolah seperti yang saya alami. Tolong Om, carikan jalan keluar, carikan bantuan ke Gubernur atau ke mana pun”, ujarnya terbata-bata, Selasa pagi 23/06.

Mengingat tenggang waktu yang sudah sangat dekat, bila bersurat ke Gubernur pun biasanya diperlukan waktu satu mingguan untuk mendapatkan disposisi, sedangkan bila melalui Kanal #LaporGub, juga akan melalui jalur protokoler sebelum akhirnya ditujukan ke OPD Teknis yang membawahi permasalahan tersebut. Di tengah kebingungan, pada siang hari kemudian media ini menemukan Kontak WhatsApp Call Center Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, dan kemudian melakukan Test Contact dengan mengirimkan sebuah pesan ucapan salam ke nomor tersebut.

“Selamat siang, ada yang bisa kami bantu ?”, balasan dari Call Center tersebut.

Belum siap untuk menyampaikan permasaalahan, dikarenakan belum memiliki detail informasi tentang siswa yang mengalami masalah tersebut, media ini pun kemudian menghubungi pihak keluarganya untuk mendapatkan datanya, dan baru sore hari bisa menyampaikan permasalahan ke Call Center Disdik Jateng.

Keesokan harinya, Rabu 24/06 pagi, datang balasan dari Call Center, bahwa laporan akan segera ditindaklanjuti. Dan tidak disangka, beberapa saat kemudian menyusul balasan pesan WhatsApp dari Kepala Dinas Pendidikan Jateng, DR. Sadimin, S.Pd, S.Sos, S.IPem, M.Eng.

“Selamat pagi pak, laporan sudah kami terima, besok akan kami tindaklanjuti”, isi pesan dari Kadisdik Jateng tersebut.

Dan benar, keesokan harinya, kembali Kadisdik Jateng itu mengirimkan pesan bahwa permasalahan telah ditindaklanjuti dan terselesaikan. Dan yang lebih tidak disangka, seorang Kepala Dinas Pendidikan bersedia meluangkan waktunya untuk datang ke sekolah langsung guna menyelesaikan permasalahan siswa yang memiliki tunggakan SPP cukup banyak.

“Selamat sore pak, ini saya sudah dari sekolahan dan permasalahan sudah diselesaikan. Besok raport sudah bisa diambil”, terang Kadisdik jateng dalam pesan WhatsApp nya, Kamis Sore 25/06.

Melalui tulisan ini pun, media ini menyampaikan ucapan terimakasih pada kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, serta SMA Masehi 1 PSAK. *** Bagus BS

 

 

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *