
Seram Bagian Timur, Maluku — Kebocoran pipa minyak milik PT KRZ (Kalrez) Petroleum terjadi di belakang Kampung Densel, Desa Fattolo, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, pada Senin, 19 Januari 2026. Insiden ini menyebabkan kepanikan di tengah masyarakat karena disertai semburan gas, minyak, air, bau menyengat, suara keras, serta kabut/asap yang menyelimuti wilayah sekitar lokasi sumur.
Peristiwa tersebut diketahui telah berlangsung sejak pukul 08.30 WIT pada pagi hari. Namun, laporan baru diterima petugas sekitar pukul 20.20 WIT dari seorang warga setempat bernama Fatrah Arey, setelah kondisi semakin memburuk dan membuat warga khawatir terhadap keselamatan mereka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sumber kebocoran diduga berasal dari sumur (well) 26 S 6, yang disebabkan oleh lane pipa yang telah berkarat. Kondisi tersebut memicu semburan gas, minyak, dan air akibat tekanan aliran (flow) dari dalam sumur. Lokasi kebocoran berada tidak jauh dari sumur (well) 36 D 6, yang letaknya berdekatan dengan permukiman warga.
Semburan tersebut menimbulkan bau menyengat, bunyi keras, serta kabut atau asap tebal yang menyelimuti area sekitar kampung. Akibatnya, sejumlah warga di sekitar lokasi sumur memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena takut terjadi ledakan atau paparan gas berbahaya.
Kabut yang menyelimuti wilayah Desa Fattolo, sangat mengganggu jarak pandang dan aktivitas warga. Kondisi ini membuat masyarakat merasa resah, tidak nyaman, dan panik, terlebih karena kejadian berlangsung cukup lama hingga malam hari.
Sebagian warga memilih berjaga-jaga, sementara yang lain mengungsi demi menghindari kemungkinan dampak yang membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak PT KRZ (Kalrez) Petroleum bersama PT CITIC langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendeteksian dan pemeriksaan teknis. Berdasarkan hasil pengecekan awal, pihak perusahaan menyatakan bahwa tidak ditemukan kandungan gas beracun, termasuk H₂S (Hidrogen Sulfida), dalam peristiwa kebocoran tersebut.
Tak hanya itu, pihak Pemadam Kebakaran turut hadir di Desa Fattolo dan melakukan siaga penuh guna mengantisipasi potensi kebakaran atau ledakan akibat kebocoran minyak dan gas.
Hingga malam hari, kondisi di sekitar lokasi kebocoran masih dalam pemantauan intensif, sementara masyarakat Desa Fattolo tetap berjaga-jaga dan berharap adanya penanganan cepat dan menyeluruh dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
Warga meminta agar pihak perusahaan bertanggung jawab penuh, melakukan perbaikan pipa secara permanen, serta memastikan keselamatan lingkungan dan masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.