Semarang | Forum Kota – Lalu-lalang truk bermuatan berat yang mengangkut hasil tambang Galian C Kalialang yang berlokasi di Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati, memicu kerusakan parah pada akses jalan warga sekitar pertambangan.
Tidak hanya itu, Jalan Untung Suropati dan Candi Penataran Raya menjadi berdebu saat kemarau dan licin serta berlumpur ketika musim hujan, dan sering mengakibatkan pengendara motor terpeleset jatuh.
Hal tersebut dikatakan Sdq salah seorang tokoh masyarakat kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati pada media ini Kamis siang 02/06 di tempat kerjanya.
Lebih lanjut menurut Sdq, selain gangguan debu saat kemarau dan jalan licin saat hujan, truck berat juga dikhawatirkan dapat merusak jembatan Kalialang yang kecil dan tidak diperuntukkan kendaraan berat.
“Di depan jembatan jelas terpasang rambu larangan untuk kendaraan berat bertonase lebih dari 8 ton. Sedangkan bobot truk tronton sendiri sudah 8 ton, belum termasuk muatan tanah sekitar 15 ton, jika dibiarkan terus maka jembatan tersebut bisa jebol dan memutus akses,” ujarnya.
Masih menurut Sdq dengan keresahannya pada kendaraan berat pengangkut tanah, bahwa kerugian besar akan ditanggung masyarakat dan Pemkot Semarang bila sampai jembatan tersebut terputus, untuk itu dia berharap Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Perhubungan dapat mengambil langkah tegas.
“Dishub yang memasang rambu larangan bagi kendaraan berat, karena memang mengetahui kapasitas Jembatan tersebut. Untuk itu Dishub harus segera bertindak,” tandasnya.
Galian C Kalialang yang dikelola PT Praba Mas Hill (PMH) meskipun gangguannya sering dikeluhkan masyarakat, namun ternyata sudah memiliki Surat Ijin Penambangan Bebatuan (SIPB). Hal itu diketahui saat media ini meminta informasi ke Dinas ESDM Jateng.
“Sudah memiliki SIPB yang berlaku selama 3 tahun, dan dapat diperpanjang dua kali. Saat ini sudah melakukan perpanjangan ijin untuk pertama”, terang Firman, dari Humas Dinas ESDM beberapa hari lalu.
Kepala Dinas ESDM Jateng Agus Sugiharto, S.T., M.T. ketika dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp 2/7 hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. *** Gus BS
