FORUMKOTA.ID | Kota Tegal – Pemerintah Kota Tegal menegaskan komitmennya dalam membangun peradaban melalui penguatan literasi dan karya sastra. Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthaminnah, saat menghadiri Lonceng (peluncuran) Buku Tiga Penyair dalam rangka penerbitan dan peluncuran buku sastra di Balai Budaya Dewan Kesenian Tegal (DKT), Jumat (26/12/2025) malam.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Mba Iin menyampaikan apresiasi mendalam kepada tiga penyair yang meluncurkan karyanya. Menurutnya, puisi bukan sekadar ekspresi estetika, melainkan kerja kebudayaan yang merawat ingatan kolektif dan membangun kesadaran masyarakat.
“Saudara-saudara tidak hanya menulis puisi, tetapi sedang merawat ingatan kolektif, menjaga nurani, dan menyalakan harapan. Di sanalah letak pentingnya sastra dalam pembangunan peradaban,” ujar Mba Iin.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak boleh dimaknai semata sebagai pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan sejati, kata dia, adalah pembangunan manusia seutuhnya pikiran, rasa, dan jiwa yang salah satunya tumbuh melalui budaya baca, diskusi, dan karya sastra.
“Kota yang maju bukan hanya memiliki jalan yang lebar dan gedung yang tinggi, tetapi juga warganya yang berpikir kritis, berempati, dan memiliki kepekaan batin. Kegiatan literasi seperti ini adalah fondasi penting bagi masa depan Tegal,” tambahnya.
Mba Iin berharap Lonceng Buku Tiga Penyair tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi titik awal tumbuhnya ekosistem literasi yang berkelanjutan. Ia juga mendorong agar lebih banyak generasi muda terlibat dan jatuh cinta pada dunia baca-tulis.
Pemerintah Kota Tegal, lanjutnya, mengapresiasi peran Dewan Kesenian Kota Tegal serta komunitas seni dan budaya yang konsisten menjaga denyut kebudayaan lokal.
“Semoga buku-buku yang diluncurkan hari ini menemukan pembacanya, menjadi lentera di tengah gelap, dan menjadi penanda bahwa Tegal adalah kota yang menumbuhkan kata dan menjaga makna,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal, Surliali Andi Kustomo, menyampaikan bahwa penerbitan tiga buku puisi ini merupakan bagian dari upaya nyata DKT dalam memfasilitasi seniman dan sastrawan lokal agar terus berkarya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun pada tahun 2025 DKT hanya mendapatkan alokasi dua kegiatan yang dititipkan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, pihaknya mampu memaksimalkan program hingga terlaksana 23 kegiatan sepanjang tahun.
“Kami benar-benar memaksimalkan ruang yang ada agar Balai Budaya DKT tetap hidup. Mulai dari fasilitasi penerbitan buku, pertunjukan seni, hingga pengiriman seniman ke ajang nasional dan provinsi,” ujar Andi.
Tiga penyair yang difasilitasi dalam penerbitan buku tersebut adalah Riani Pemulung, Iwang Nirwana, dan M. Iqbal Alfariky. Acara Lonceng Buku Tiga Penyair turut menghadirkan pembicara Lutfi A.N, dimoderatori oleh Bontot Sukandar, serta dihadiri sejumlah seniman dan budayawan dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, di antaranya Yono Daryono, Enthieh Mudakir, dan Wowok Legowo.
Melalui kegiatan ini, Kota Tegal kembali menegaskan posisinya sebagai ruang yang memberi tempat bagi kata, pikiran, dan karya sebuah ikhtiar membangun peradaban melalui sastra dan literasi. (***)
