Loyalitas Tanpa Batas, Rambo Tatung 4294 Semarakkan Peringatan Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Semarang | Forum Kota – Event peringatan pendaratan Laksamana Cheng Ho ke Semarang mempunyai nilai strategis dan nilai sejarah tentang persahabatan Indonesia dengan Tiongkok. Persahabatan Indonesia dengan Tiongkok yang telah terjalin sampai sekarang ini, memang Ini perlu dilestarikan ke depannya.

Peringatan 620 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho atau Sampo Tay Djien disambuat antusias oleh berbagai elemen Masyarakat di kota Semarang, salah satunya adalah Perkumpulan Rambo Kick Boxing 4294 yang dipimpin oleh Didik Hartanto.

Koh Yong Wek, Johan Irawan, Ketua Panitia Rambo Tatung 4294

Dengan semangat sesuai Slogan nya, “Loyalitas Tanpa Batas”, Rambo 4294 bersama para Tatung (Suhu) datang dari berbagai daerah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan didominasi dari Kalimantan Barat, sebab Tatung sendiri merupakan symbol yang memiliki tingkatan Panglima di Suku Dayak;

Mami, Dayak Cantik Asal Pintianak bersama Putrinya

“Saya asli Dayak, tinggal di Pontianak”, ujar seorang Wanita cantik yang akrab dipanggil Mami itu dengan sangat santun, dan telah tampil memukau dengan atraksi khas Dayak sejak malam 26/7. Kedatangannya juga dibarengi dengan para suhu dari Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sambas, dan Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Didik Hartanto sendiri, sebagai tuan rumah para Tatung, tidak mau ketinggalan mengikuti atraksi yang khas mencekam tersebut. Didampingi para Suhu, dia merelakan pipinya ditusuk dengan gunting besar hingga tembus ke mulutnya.

Dayak Asal Penjajab, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat

“Tidak semua laki-laki bisa dan mau melakukannya”, ujarnya usai kegiatan tersebut, dia pun kemudian menyampaikan ucapan terimakasih pada para suhu yang bersedia mendukung kegiatan tersebut.

“Terimakasih Suhu Holan, Suhu Yoseph, Suhu Achoy, Suhu Aciu, Suhu Asun, Suhu Cia2, Suhu Afong, Suhu Husein, untuk pensuksesan acara tahun ini. Semoga tahun depan kitab bisa berkumpul dan bermain bersama lagi”, ujar Didik 27/7.

Acara yang mengusung tema semangat pelestarian budaya melalui akulturasi tradisi Jawa dan Tionghoa ini berjalan lancar. Arak-arakan festival budaya itu dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie, melintasi Jalan Gang Pinggir, Wotgandul Timur, Wotgandul Barat, Plampitan, Kranggan Barat, Depok, Pemuda, Mgr Soegiyopranoto, Bojong Salaman, hingga berakhir di Klenteng Agung Sam Poo Kong.

Prosesi ini melibatkan 14 klenteng dari berbagai daerah, seperti Sam Poo Sing Bio (Surabaya), Hok Sian Than (Kudus), Cetya Metta Padma (Bekasi), hingga Hok Siu Kwan (Semarang).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Kelenteng Sam Poo Kong mengatakan bahwa event kirab budaya tahunan Cheng Ho kini menjadi incaran dunia pariwisata internasional. Banyak wisatawan mancanegara menjadikan event peringatan pendaratan Laksamana Cheng Ho ke Semarang sebagai atraksi pariwisata yang menarik. *** Gus BS / tim