Menuju Bhayangkara Sejati: 147 Calon Taruna Akpol Panda Sumbar Jalani Rikkes Tahap I yang Super Ketat!

PADANG – Semangat membara menyelimuti Gedung Ditsamapta Polda Sumatera Barat pada Jumat (10/4/2026). Sebanyak 147 putra-putri terbaik Ranah Minang mengikuti Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Tahap I dalam rangka seleksi Penerimaan Taruna/i Akpol T.A. 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Jend. Pol. (Purn) Awaloeddin Djamin ini dipimpin langsung oleh Kabiro SDM Polda Sumbar selaku Ketua Pelaksana.

Proses seleksi ini menegaskan komitmen Polri dalam merekrut calon perwira yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki fisik dan kesehatan yang prima.

Transparansi Tanpa Celah

Untuk menjaga integritas dan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), tim pengawas dikerahkan secara berlapis. Tak hanya dari internal (Itwasda dan Bidpropam), Polda Sumbar juga menggandeng pengawas eksternal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) wilayah Sumbar.

“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur. Standar kesehatan yang diterapkan sangat tinggi karena mereka adalah calon-calon pemimpin Polri di masa depan,” ujar Katim Rikkes melalui Sekretariat Panitia.

Para peserta menjalani rangkaian pemeriksaan medis yang mendalam, meliputi:

Ukur Tinggi & Berat Badan (Antropometri)

Pemeriksaan THT serta Gigi dan Mulut

Pengecekan Tensi, Nadi, Mata, dan Buta Warna

Pemeriksaan Fisik Luar dan Pendalaman Kesehatan.

Drama di Balik Absensi Peserta

Dari total 150 peserta yang terdaftar (140 pria dan 11 wanita), tercatat 3 peserta pria berhalangan hadir dengan alasan yang beragam.

Salah satunya, panitia menemukan adanya penggunaan nomor HP palsu pada data pendaftaran salah satu peserta (Fariq Al Afgan). Sementara dua peserta lainnya dilaporkan berhalangan karena sakit demam dan pasca-operasi cabut gigi.

Hasil dan Langkah Selanjutnya

Suasana tegang menyelimuti saat pengumuman hasil dibacakan di akhir kegiatan. Bagi peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), perjuangan akan berlanjut ke tahapan CAT Psikologi.

Sementara itu, bagi peserta yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Polda Sumbar menunjukkan sisi humanisnya dengan menyediakan layanan konseling bersama Tim Psikologi Ro SDM.

Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi medis dan dukungan mental agar para peserta memahami kekurangan mereka untuk perbaikan di masa depan.

Secara keseluruhan, kegiatan Rikkes Tahap I ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kedisiplinan. Polda Sumbar terus berupaya menjaring “Intan-Intan” terbaik untuk ditempa menjadi perwira Polri yang tangguh dan melayani.