DEMAK — Pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur publik kembali menjadi sorotan tajam warga. Proyek “Penataan Drainase Mangunjiwan-Donorejo” yang menelan anggaran fantastis hingga Rp1,9 Miliar diduga dikerjakan asal-asalan tanpa mengindahkan standar mutu dan transparansi informasi publik.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi proyek, terlihat saluran drainase yang baru dipasangi beton U-Ditch justru dalam kondisi mengenaskan. Bukannya mengalirkan air dengan lancar, genangan air keruh berkedalaman cukup tinggi beserta endapan lumpur tebal tampak mengendap diam di dalam saluran. Posisi pemasangan beton U-Ditch juga disinyalir miring dan tidak rata, yang berpotensi memicu timbulan kotoran serta buntu permanen di masa mendatang.
Tak hanya soal kualitas fisik pekerjaan yang amburadul, aspek transparansi proyek ini pun dipertanyakan keras. Papan informasi proyek bernilai Rp1.905.600.000,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Demak Tahun Anggaran 2026 tersebut tampak dipasang seadanya. Bukannya didirikan dengan tiang resmi yang kokoh, papan nama proyek tersebut hanya disandarkan begitu saja pada batang pohon di tepi jalan.
Kondisi area sekitar pengerjaan pun terkesan ambrawut dan membahayakan para pengguna jalan. Sisa-sisa galian tanah, material bekas, hingga bilah-bilah bambu penutup lubang berserakan di akses jalan warga tanpa adanya sistem pengamanan maupun penerangan yang memadai.
Masyarakat berharap pihak dinas terkait serta aparat pengawas segera turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan tegas terhadap kontraktor penyedia jasa agar uang rakyat senilai miliaran rupiah tersebut tidak terbuang sia-sia. *** Dp
