Lamongan – forumkota.id_ Semangat nasionalisme dan cinta tanah air kembali digaungkan di Kabupaten Lamongan. Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Lamongan menyelenggarakan kegiatan Retret Bela Negara Batch 2 Tahun 2026 yang di selenggarakan di wisata alam, alas G-Park Lamongan pada hari sabtu sampai minggu, 16-17 Mei 2026.
Acara dimulai sejak pagi ini mendapat apresiasi, dukungan dari unsur Forkopimda yang juga hadir dalam pembukaan kegiatan, perwakilan Kodim 0812 Lamongan, Polres Lamongan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lamongan, serta dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya penguatan nilai dan wujud semangat bela negara di Kabupaten Lamongan.
Retret Bela Negara ini diselenggarakan sebagai wadah pembinaan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan. Para peserta diajak memahami kembali pentingnya nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pendidik, pemimpin, maupun bagian dari masyarakat Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi tentang nasionalisme, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga pembentukan mental dan spiritual kebangsaan. Selain penyampaian materi di dalam ruangan, kegiatan juga diisi dengan diskusi, refleksi, serta aktivitas alam bersama yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai bela negara.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan gerakan moral untuk menumbuhkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara. Di tengah tantangan zaman modern, semangat bela negara dinilai penting untuk terus ditanamkan, terutama kepada dunia pendidikan.
Kodim 0812 Lamongan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional melalui pembinaan masyarakat. Dengan adanya Retret Bela Negara Batch 2 ini, diharapkan lahir pribadi-pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Di sesi pertama adalah penyampaian materi Kepemimpinan yang Berjiwa Bela Negara oleh Dewan Pakar FKBN Jawa Timur, Brigjen TNI (Purn) Aldian Gondokusumo, S.E. yang juga adalah Dewan Pembina FKBN Bakorda Lamongan, Pengalaman Kepemimpinan beliau selama bertugas dan mengabdi sebagai prajurit TNI menarik serta membuka kesadaran baru, karena tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menceritakan secara langsung pengalaman-pengalaman nyata yang dialaminya selama bertugas di medan operasi.
“Bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata. Bela negara adalah sikap batin, komitmen, dan tindakan nyata setiap warga negara untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Seorang guru membela negara dengan mengajar yang ikhlas dan profesional. Seorang petani membela negara dengan menanam padi. Seorang nelayan membela negara dengan melaut,” ujar Brigjen Aldian di hadapan para peserta.
Ia juga mengajak para guru untuk tidak pernah lelah menanamkan rasa cinta tanah air kepada murid-muridnya. Menurutnya, di era krisis global seperti sekarang, ancaman terhadap bangsa tidak lagi berupa invasi fisik, tetapi lebih pada perang ideologi, radikalisme, dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Materi selanjutnya tentang Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Harum Istiana Irawati, S.E.,M.M. dari Bakesbangpol Lamongan yang memberikan penguatan penting mengenai nilai persatuan, nasionalisme, dan peran masyarakat dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman modern. Penyampaian materi berlangsung interaktif dan membangun kesadaran peserta bahwa bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan fisik, tetapi juga melalui sikap disiplin, toleransi, tanggung jawab, serta menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Materi ini diharapkan mampu memperkuat karakter kebangsaan para peserta sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Memasuki sesi siang hingga sore, kegiatan difokuskan pada diskusi kelompok. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk membahas isu-isu aktual seputar strategi penanaman nilai bela negara di sekolah masing-masing, nuansa diskusi berlangsung hangat dan produktif. Banyak ide-ide segar yang muncul, seperti pembuatan ekstrakurikuler berbasis cinta tanah air, lomba peta wilayah, hingga outbound kepemimpinan bagi siswa.
Puncak acara pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, diisi dengan materi bertajuk “Pendidik yang Berjiwa Bela Negara”. Sesi ini disampaikan oleh MPO FKBN, Dr. R. Chusnu Yuli Setyo, M.Pd. Ia hadir di hadapan para guru senior dan kepala sekolah dari wilayah Lamongan selatan dengan gaya penyampaian yang menggugah.
“Seorang pendidik yang berjiwa bela negara adalah pendidik yang tidak pernah berhenti belajar, tidak pernah lelah mengabdi, dan tidak pernah takut meluruskan yang salah. Kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa sekaligus garda terdepan dalam membangun peradaban bangsa,” ujar Chusnu Yuli Setyo.
Ia menekankan bahwa di era krisis global seperti sekarang, guru dituntut untuk memiliki ketahanan mental yang kuat.
“Jangan sampai guru justru menjadi korban atau bahkan penyebar paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Guru harus menjadi teladan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” tambahnya.
Dalam sesi MPO FKBN berikutnya, para peserta mendapatkan materi tentang, “Peran Strategis Guru dalam Menanamkan Nilai Bela Negara di Era Krisis Global,” yang di sampaikan oleh Siti Maria Ulfa, S.Pd., M.M.
Siti Maria Ulfa menyampaikan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi bangsa di era globalisasi yang penuh tantangan. Menurutnya, bela negara saat ini tidak hanya dimaknai sebagai menjaga kedaulatan negara secara fisik, tetapi juga menjaga identitas nasional, nilai moral, dan semangat persatuan di tengah derasnya arus informasi serta pengaruh budaya luar.
“Guru adalah garda terdepan dalam menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air kepada peserta didik. Melalui pendidikan yang berkarakter, guru diharapkan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta memiliki kesadaran bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi pengajar, guru juga harus menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, terangnya.
Selama kegiatan berlangsung, suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan sangat terasa. Para peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Lamongan selatan tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Pada dini harinya, para peserta juga mendapatkan pencerahan spiritual dalam refleksi renungan malam. Tak kalah seru, Minggu pagi semua peserta melakukan aktivitas kebugaran fisik, kesegaran jasmani dengan senam pagi kreatif dan dilanjutkan dengan materi PBN serta Aktivitas FUN Game Bela Negara.
Tak hanya itu peserta juga diberikan pendalaman tentang pertahanan negara, Sishankamrata oleh Kapten Arm Yudi dan Proxy War Kapten Arm Yusniadi, dari perwakilan Kodim 0812 Lamongan.
FKBN Lamongan bersama Kodim 0812 Lamongan berkomitmen untuk terus melanjutkan program Retret Bela Negara ke batch-batch berikutnya. Targetnya, tidak hanya guru dan tenaga pendidik, Seluruh elemen bangsa di Kabupaten Lamongan pada akhirnya juga harus mendapatkan pembekalan nilai-nilai bela negara.
“Kami tidak akan berhenti di batch 2. Masih banyak guru-guru hebat di Lamongan yang perlu kami jangkau. Bela negara adalah amanah konstitusi, Hak dan Kewajiban warga negar, Ini menjadi tanggung jawab kita semua, ujar Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli.
“Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa, rusakkan pendidikannya. Jika ingin membangkitkan bangsa, kuatkan gurunya. Salam Bela Negara,” pesannya.
Lebih lanjut, Kata Ferry, Dengan terselenggaranya Reret Bela Negara Batch 2 ini, diharapkan para pendidik di Lamongan semakin kokoh dalam menjalankan tugas mulianya. Mereka tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan nasionalisme. FKBN Lamongan terus bergerak, bela negara terus berkobar, tutupnya.
Sunariyanto
