Resmikan Septic Tank di Bidara Cina, Pramono Sebut Masalah BAB Sembarangan Belum Selesai

Jabodetabek162 Views

JJAKARTA, –Gubernur Jakarta Pramono Anung menghadiri peletakan batu pertama (pembaruan besar) pembangunanbak penampung air limbahskala rumah tangga di Rusunami Bidara Cina, Jakarta Timur, pada Senin (28/7/2025).

Pembangunantank septikini ditujukan untuk mengatasi kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) di kawasan padat penduduk yang masih menjadi masalah di sejumlah wilayah Jakarta.

“Masalah buang air besar sembarangan ini masih menjadi masalah yang mendapatkan perhatian kami, Pemprov Jakarta, meskipun dibandingkan dengan daerah lainnya sebenarnya di Jakarta sudah relatif cukup rendah,” kata Pramono di lokasi, Senin.

Program pembangunantank septikini adalah hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jakarta dengan sektor swasta melalui programKepatuhan Sosial Perusahaan(CSR), serta didukung oleh swadaya masyarakat.

Pramono mengatakan, Pemprov Jakarta secara serius dan bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah sanitasi ini dengan bekerja sama bersama ahli biogas dari Ratu Biogas Indonesia yang berasal dari Kediri.

“Intinya seperti ini, partisipasi CSR siapa pun yang terlibat kami mengucapkan terima kasih,” kata Pramono.

Ia menjelaskan, sebelumtank septikdibangun, limbah domestik dari warga sering dibuang langsung ke saluran air atau sungai.

Kebiasaan ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.

Untuk mempercepat penanganan masalah sanitasi, Pramono meminta para walikota serta pengurus wilayah (RW) untuk aktif memetakan dan melaporkan daerah-daerah yang belum memiliki sistem pembuangan limbah yang layak.

“Saya akan meminta Wali Kota untuk melaporkan dan menyelesaikan karena beberapa masyarakat masih terjadi dan itu yang akan kita selesaikan,” katanya.

Selain di Bidara Cina, proyek pembangunan septic tank rumah tangga juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya, seperti Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, dan Cipinang.