Ribuan Wisman dan Domestik Padati Istano Pagaruyung, Namun Tak Sedikit Keluhkan “Sakit Pinggang”

banner 468x60

Tanah Datar I Forum Kota – Antusias Masyarakat untuk mengunjungi destinasi objek wisata Budaya Istano Basa Pagaruyung-Tanah Datar, mulai dari hari pertama lebaran sampai saat ini,Kamis (26/03) tak terbendung, baik wisata manca negara (Wisman) maupun pengunjung lokal (Domestik), terpantau ForumKota.Id.

Disatu sisi kunjungan yang berjibun tersebut juga tak sedikit keluhan warga terhadap kondisi jalan yang saat ini cukup memprihatinkan, terutama jalan menuju pintu masuk kota Batusangkar (Red-Jalan Provinsi).

banner 525x280

Keinginan wisatawan untuk menikmati liburan lebaran tersebut justeru tidak menikmatinya dengan sepenuh waktu dengan kondisi Fit dan fresh, soalnya banyak warga pengunjung keluhkan kondisi kesehatannya usai melewati kondisi jalan yang sering viral dengan “seribu lobang”.

Diketahui, sekitaran Wisata Pagaruyung dan Kabupaten Tanah Datar umumnya, banyak objek wisata budaya yang seharusnya dikunjungi oleh masyarakat, seperti taman bermain dan taman bersantai sambil menikmati makanan khas yang ada di sekitar istana basa Pagaruyung, dan objek wisata lainnya, meskipun yang mempesona itu adalah “Rumah Gadang” Istano Pagaruyung.

Juga ada beberapa wisatawan menikmati pemandangan sambil makan makan bersantai tak jauh dari istano tersebut tepatnya yang kerap disebut taman Pagaruyung,ada sekeluarga besar wisatawan dari Dharmasraya berbincang di taman Pagaruyung sambil menikmati makanan.

Wisatawan dari Dharmasraya ini menyampaikan kepada ForumKota.id

Kami merasakan naik mobil bagaikan naik “BENDI” seperti salah satu khasnya wisata disini kata dua rombongan wisata dari Kabupaten Dharmasraya dengan tidak mau di sebutkan namanya,kami rasa selama ini yang viral di media sosial “wisata SERIBU LOBANG”itu hanya hoak, ternyata real adanya yang disebut² wisata seribu lobang tersebut “kata wisatawan yang dari Dharmasraya sambil santai di taman Pagaruyung kepada awak media.

Media ini menjelaskan kepada wisatawan itu, bahwasanya jalan berlobang itu jalan provinsi seperti yang di sampaikan Andre Rosiade Tempo hari di medsos,jadi ini kewenangan gubernur bukan jalan kabupaten yang berlobang itu.

Serombongan wisata itu juga membalas penjelasan awak media,kalau itu kami juga tau,tapi di kampung kami masih kewenangan kabupaten ini juga rusak parah dan sampai tak bisa lagi milih kemana yang tak berlobang jika naik motor (bak raso naik garobok tundo) bikin pinggang sakit “pungkas nya mengakhiri”.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *