Semarak Grebeg Syawal Klaten: Pemkab Siapkan 18 Gunungan dan 1.000 Ketupat Gratis di Bukit Sidoguroo

Forum Kota1 Dilihat
banner 468x60

Forumkota.id, Klaten. Pemkab Klaten melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) bersiap menggelar tradisi tahunan Grebeg Syawal 1447 H di objek wisata Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Sabtu (28/3/2026).

 

banner 525x280

Mengusung tema Harmoni Dalam Silaturahmi, acara yang dijadwalkan mulai pukul 09.00 ini akan menjadi magnet perhatian wisatawan dengan suguhan berbagai prosesi adat dan hiburan rakyat.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudporapar Klaten Purwanto menjelaskan, agenda tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian budaya lokal.

 

“Intinya ini adalah upaya nguri-uri (melestarikan) budaya dan tradisi yang sudah berkembang lama di masyarakat. Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, tujuan utamanya tentu untuk menjalin silaturahmi yang makin erat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Klaten,” ujar Purwanto, Kamis (26/3/2026).

 

Daya tarik utama dalam Grebeg Syawal tahun ini adalah prosesi kirab gunungan ketupat yang akan diarak dari area bawah menuju puncak Bukit Sidoguro.

 

Purwanto menyebutkan, total ada 18 gunungan ketupat yang disiapkan, yang merupakan kontribusi gotong royong dari Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, pihak swasta, hingga masyarakat luas.

 

Menariknya, selain gunungan utama yang nantinya akan diperebutkan oleh warga demi ngalap berkah (mencari keberkahan), panitia juga telah menyiapkan ribuan porsi makanan untuk dinikmati bersama.

 

“Untuk tahun ini, kami siapkan 1.000 ketupat siap saji yang akan dibagikan secara gratis kepada para pengunjung. Jadi, masyarakat bisa langsung menikmati kuliner khas Syawalan di lokasi tanpa harus berebut,” imbuhnya.

 

Guna menambah kemeriahan suasana, acara juga akan diisi dengan pentas kesenian tradisional serta hiburan musik modern yang menghadirkan grup musik OM Lorenza.

 

Purwanto menambahkan, pelaksanaan Grebeg Syawal di Bukit Sidoguro tahun ini sengaja dipisahkan jadwalnya dengan tradisi Kenduri Kupat di Desa Jimbung guna mengoptimalkan potensi kunjungan wisata.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *