FORUM KOTA | LAMPUNG UTARA – Dugaan adanya ijazah palsu yang dikeluarkan oleh SMA Negeri 1 Sungkai Utara, Lampung Utara pada Tahun Ajaran 2024/2025 semakin menguat.
Sejumlah nama murid yang nyatanya sudah tidak bersekolah lagi di SMA 1 Sungkai Utara, bisa diikuti dalam proses Ujian Nasional hingga kemudian kemungkinan mendapatkan Ijazah. Bahkan, ada sebagian murid di SMA tersebut yang sangat janggal, dimana tahun kelahirannya di tahun 2000 hingga tahun 2002 masuk dalam daftar siswa yang lulus dalam Ujian Nasional Tahun Ajaran 2024/2025.
Berdasarkan informasi, jumlah siswa/i kelas XII di SMAN 1 Sungkai Utara hanya 227, namun kenyataannya saat kelulusan jumlahnya melebihi dari jumlah yang ada di arsip sekolah. Konyolnya lagi, disinyalir ada nama murid yang saat kelulusan tidak pernah bersekolah di SMA 1 Sungkai Utara.
Kepala Sekolah SMA 1 Sungkai Utara, saat hendak ditemui, sedang tidak ada ditempat lantaran sedang dalam perjalanan pulang ke Lampung usai mengikuti kegiatan Bimtek di Jakarta. Sementara, Wakil Kepala Sekolah (Waka) Bidang Kesiswaan, Yana, ketika ditemui, tak menampik adanya dugaan ijazah palsu di SMA Negeri 1 Sungkai Utara. Ia pun menegaskan, persoalan tersebut telah dikembalikan ke Dinas Pendidikan di Provinsi Lampung.
(Ijazah Palsu) Sudah ditindaklanjuti, ijazahnya sudah kita Cut, dan dikembalikan ke Diknas (Dinas Pendidikan Provinsi). Bukti pengembaliannya ada di Waka Kurikulum dan Kepala Sekolah,” Katanya.
Bu Yana juga memastikan bahwa nama-nama murid yang diduga mendapatkan ijazah palsu tidak ada yang siluman. Karena, mereka semuanya pernah bersekolah di SMA Negeri 1 Sungkai Utara
” Saat itu ada sejumlah siswa yang saat mau kelulusan (ujian) ada yang mengambil gadis, salah satunya si A (inisial). Ada juga yang keluar karena tidak naik kelas,” Ucapnya.
” Saya pastikan tidak ada yang siluman (nama-nama siswa). Kebetulan, waktu itu oleh operator, belum sempat dikeluarkan nama-nama Siswa/i yang sudah tidak disekolah ini. Otomatis dapodik siswa/i itu masih ada. Jadi, tidak ada unsur kesengajaan, dari operator untuk menaikkan nama-nama itu menjadi peserta ujian,” Tambah Yana. ***
