
BULA. Seram Bagian Timur Provinsi Maluku — Pelaksanaan ujian sekolah tahun 2026 di SMK Negeri 1 Seram Bagian Timur berlangsung tertib dengan penerapan sistem berbasis teknologi serta pengawasan yang ketat sesuai petunjuk teknis.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, Abdul Kifli Sukunora, S.Pdi. dalam wawancara yang berlangsung di ruang kerjanya pada Senin, 13 April 2026.
Dalam pelaksanaan ujian, sekolah menerapkan sistem pengawasan silang murni. Total terdapat lima pengawas yang disesuaikan dengan jumlah ruang ujian yang tersedia.
Para pengawas berasal dari tiga sekolah berbeda, yaitu:
1. Dua orang dari SMK Negeri 3 Seram Bagian Timur
2. Dua orang dari SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur
3. Satu orang dari SMA Islam Alaska
Pengawasan dilakukan secara silang sesuai petunjuk teknis agar pelaksanaan ujian berjalan objektif dan transparan,” jelas Abdul Kifli.
Jumlah peserta ujian tahun ini sebanyak 111 siswa yang terbagi dalam empat konsentrasi keahlian, yaitu:
Perikanan
Perkantoran
Akuntansi
Pertanian
Dari keempat jurusan tersebut, Perikanan—khususnya Agribisnis Ikan Hias—menjadi jurusan yang paling dominan.
Berbeda dengan sekolah lain yang mengandalkan internet, pelaksanaan ujian di SMK Negeri 1 Seram Bagian Timur menggunakan sistem offline berbasis Android.
Aplikasi ujian diinstal langsung oleh teknisi ke perangkat masing-masing siswa. Server utama berasal dari komputer milik sekolah, sehingga seluruh proses ujian tidak bergantung pada jaringan internet umum.
Ini sistem offline. Servernya dari komputer sekolah, dan aplikasi sudah diinstal di HP siswa. Jadi tidak menggunakan internet luar, semua dikendalikan oleh sekolah,” ungkap Kepala Sekolah.
Untuk mengantisipasi keterbatasan perangkat, pihak sekolah telah menyiapkan tablet dan perangkat cadangan bagi siswa yang tidak memiliki HP Android atau mengalami kendala teknis.
Kami sudah siapkan tablet dan HP lain agar semua siswa tetap bisa mengikuti ujian tanpa hambatan. Tidak boleh ada yang gagal hanya karena keterbatasan perangkat,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menjamin pemerataan akses bagi seluruh peserta.
Persiapan ujian telah dilakukan sejak setelah Idul Fitri, mencakup kesiapan siswa, lingkungan, hingga teknis pelaksanaan.
Alhamdulillah, persiapan kami sudah cukup matang. Dari sisi siswa dan lingkungan, semuanya siap. Kehadiran juga 100 persen, tidak ada satu pun siswa yang berhalangan,” ujar Abdul Kifli.
Penggunaan sistem ujian berbasis aplikasi bukan hal baru. Sekolah ini telah menerapkannya sejak tahun 2019 hingga sekarang.
Secara teknis, seluruh proses pengisian aplikasi di perangkat siswa diatur oleh tim teknisi sekolah, sehingga pelaksanaan dapat berjalan lancar dan terkontrol.
Pelaksanaan ujian juga mendapat dukungan dari pihak pemerintah. Panitia dari cabang dinas provinsi hadir di tingkat kabupaten, sementara pembukaan ujian dilakukan melalui video yang dikirim oleh Dinas Pendidikan Provinsi Maluku.
Hal ini menunjukkan adanya koordinasi yang kuat antara sekolah dan pemerintah daerah dalam memastikan kelancaran ujian.
Di akhir wawancara, Abdul Kifli menyampaikan pesan tegas sekaligus motivasi kepada seluruh siswa.
Ujian bukan akhir dari segalanya. Masa depan kalian masih panjang. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar siswa tidak melakukan kegiatan negatif pasca ujian, seperti euforia berlebihan yang dapat merusak nama baik sekolah.
Kegiatan hura-hura seperti tahun lalu tolong dihentikan. Jangan sampai merusak nama baik sekolah. Kami ingin semua siswa sukses di masa depan,” tegasnya.
Namun demikian, pihak sekolah tetap mendukung seluruh aktivitas siswa selama dilakukan dalam batas yang positif dan sesuai aturan.
Dengan sistem yang terencana, pengawasan yang ketat, serta komitmen penuh dari pihak sekolah, pelaksanaan ujian di SMK Negeri 1 Seram Bagian Timur tahun 2026 tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menjadi contoh penerapan teknologi pendidikan yang adaptif di daerah.***Muhammad Lausepa.