Forumkota.id | Lampung Tengah — Sejumlah warga Kampung Sidomulyo, khususnya di wilayah Sidorahayu, mengaku keberatan atas penarikan iuran sebesar Rp40 ribu per Kartu Keluarga (KK) untuk kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) kampung.
Keluhan ini mencuat setelah awak media melakukan penelusuran dan wawancara langsung dengan warga setempat. Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa iuran tersebut dirasa cukup membebani, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.
“Iya, saya merasa keberatan. Soalnya per KK dimintai Rp40 ribu. Menurut saya, lebih baik dana itu digunakan untuk pembangunan jalan secara swadaya, karena di Sidorahayu masih banyak jalan yang rusak,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai besaran iuran tersebut cukup berat, apalagi dana yang dihimpun rencananya akan digunakan untuk kegiatan hiburan seperti pagelaran wayang kulit.
“Kalau untuk hiburan seperti wayang kulit, menurut kami kurang tepat. Lebih baik uang itu dipakai untuk bangun jalan desa secara swadaya, karena manfaatnya lebih dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap seorang warga.
Selain persoalan nominal iuran, warga juga menyoroti proses pengambilan keputusan yang dinilai tidak transparan. Mereka mengaku tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah atau rapat kampung terkait penetapan iuran tersebut.
“Setahu saya tidak ada musyawarah dengan warga. Tiba-tiba sudah ada penarikan saja,” tambah warga lainnya.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait mekanisme pengelolaan kegiatan kampung, khususnya yang melibatkan partisipasi dana dari warga.
Sejumlah pihak berharap pemerintah kampung dapat lebih terbuka dan mengedepankan musyawarah dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Awak media juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Usman selaku ketua panitia melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski diketahui nomor WhatsApp dalam keadaan aktif.
Di sisi lain, warga menyayangkan jika momentum perayaan HUT kampung justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat berjalan tanpa membebani warga, serta lebih memprioritaskan kebutuhan mendasar seperti perbaikan infrastruktur jalan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kampung Sidomulyo juga belum memberikan keterangan resmi. Awak media masih terus berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang. (Tim-Red)
