BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Krisis air bersih mulai melanda Desa Wae Matakabo, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. Kondisi tersebut membuat warga setempat mendesak Bupati SBT segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kekeringan yang kini semakin mengkhawatirkan.
Warga menyebut, lebih dari 100 sumur atau parigi milik masyarakat dilaporkan telah mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum dan keperluan rumah tangga.
Situasi tersebut semakin berat karena Wae Matakabo merupakan salah satu wilayah transmigrasi sekaligus kawasan pertanian. Selain membutuhkan air untuk kebutuhan konsumsi, masyarakat juga sangat bergantung pada ketersediaan air untuk menunjang aktivitas pertanian.
Kekeringan yang terjadi dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas para petani apabila tidak segera ditangani. Masyarakat pun meminta Pemerintah Kabupaten SBT tidak tinggal diam melihat kondisi yang mereka hadapi.
Kami sangat mengalami krisis air bersih. Kondisi ini membuat kami warga sangat kesulitan menghadapi keadaan yang ada,” ujar salah seorang warga saat diwawancarai.
Warga berharap Pemkab SBT segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Wae Matakabo, sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi sembari mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan kekeringan.
Menurut warga, kondisi tersebut sudah layak mendapat perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jika kekeringan terus berlangsung, bukan hanya kebutuhan air minum yang terancam, tetapi juga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Karena itu, warga Wae Matakabo mendesak Bupati SBT segera mengambil langkah konkret dan cepat. Pemerintah daerah dinilai perlu memastikan distribusi air bersih dapat dilakukan sesegera mungkin, sekaligus melakukan pemetaan terhadap sumber-sumber air yang masih tersedia di wilayah tersebut.
Warga berharap persoalan ini tidak menunggu sampai kondisi semakin parah. Mereka meminta pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat dan memberikan penanganan nyata terhadap dugaan kondisi darurat kekeringan yang kini terjadi di Wae Matakabo.
Krisis air bersih tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan hidup masyarakat sekaligus keberlangsungan sektor pertanian di wilayah transmigrasi tersebut.*** M. Lausepa.
