Forumkota.id _ Lamongan – Harapan petani di Kecamatan Kembangbahu untuk memperoleh pasokan air irigasi yang lebih baik kembali menguat. Tim dari program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJTI) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun langsung melakukan survei lapangan di Dusun Mojomanis, Desa Lopang, Rabu (1/7/2026), sebagai langkah awal menuju perbaikan jaringan irigasi yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Survei tersebut melibatkan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kembangbahu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian demi menjaga produktivitas pangan.
Koordinator BPP Kecamatan Kembangbahu, Supadi, SP, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan verifikasi usulan program RJTI yang diajukan masyarakat.
“Kegiatan hari ini merupakan survei dari RJTI Kementerian PU bersama tim PU SDA Kabupaten Lamongan dan Dinas Ketahanan Pangan serta Pertanian. Kami berharap usulan rehabilitasi jaringan irigasi tersier di Dusun Mojomanis, Desa Lopang, dan wilayah sekitarnya dapat segera memperoleh persetujuan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan para petani,” ujarnya.
Bagi masyarakat Desa Lopang, rehabilitasi jaringan irigasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi bagi masa depan pertanian. Selain dikenal sebagai sentra wisata petik buah juwet, desa ini juga menjadi salah satu kawasan pengembangan pertanian, termasuk pelaksanaan Gerakan Tanam Padi yang membutuhkan dukungan sistem pengairan yang memadai.
Di tengah tantangan musim kemarau dan mulai berkurangnya debit air di sejumlah waduk di Kabupaten Lamongan, keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas hasil panen. Karena itu, program RJTI diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air hingga ke lahan pertanian milik petani.
Melalui sinergi antara Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan para penyuluh pertanian di lapangan, program rehabilitasi ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Lamongan.
Sunariyanto – Tim
Editor – Redaksi
