2 Anak Buruh Bangunan Masuk Sekolah Rakyat di Bangkalan, Harap Cita-cita Jadi Koki dan Guru Terwujud

Berita57 Dilihat

BANGKALAN,– Halili, warga Desa Sanggaragung, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur bersyukur dua anaknya yang tidak sekolah akhirnya bisa bersekolah.

Dua anak Halili, Indana Zulfa (8) dan Izzatul Muflihah (6), terdaftar sebagai calon siswa di Sekolah Rakyat (SR) Bangkalan.

Saat kunjungan Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf, pada Sabtu (27/9/2025) lalu, Halili bersama dua anaknya juga hadir ke SR Bangkalan untuk bertemu langsung dengan Gus Ipul.

Di hadapan Gus Ipul, ia menceritakan awal mula dua anaknya bisa terdaftar di Sekolah Rakyat yang menjadi program pemerintah tersebut.

Kunjungannya dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi harapan baru bagi kedua anaknya untuk mencapai cita-citanya.

Halili dan petugas PKH bertemu setelah Halili bekerja sebagai tukang bangunan.

“Pada saat itu saya pulang kerja, lalu dihampiri oleh petugas PKH. Dari situ mulai ditanya dan ditawarkan sekolah untuk anak-anak saya,” katanya, Sabtu (27/9/2025).

Tawaran itu pasti membuat Halili senang.

Dua putri perempuannya yang telah menunggu untuk sekolah mendapatkan jalan.

Bahkan, seluruh kebutuhan akan ditanggung oleh negara.

Tidur dengan alas tikar

Tidak hanya bahagia karena anaknya bisa sekolah, ia juga bahagia karena dua putrinya mendapatkan tempat tinggal yang nyaman.

Karena selama ini dia dan keluarganya hanya tidur di atas tikar.

“Kami di rumah tidak memiliki tempat tidur, jadi tidur menggunakan tikar. Rumah yang kami tinggali juga merupakan rumah peninggalan orang tua, dibangun sejak tahun 1982,” katanya.

Ia berharap, di tempat baru tersebut, anaknya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik daripada di rumah.

Apalagi, dua putrinya akan tinggal di asrama sekolah dengan fasilitas yang bagus.

“Tidak apa-apa kami sementara tidak tinggal serumah, agar anak-anak bisa sukses dan cerdas,” katanya.

Bahkan, akibat keterbatasan kemampuan ekonominya, Halili tidak bisa membawa istrinya ikut hadir bertemu Gus Ipul di SR.

Karena itu hanya memiliki satu motor untuk datang ke tempat itu.

“Istri saya tidak ikut karena motornya tidak muat. Jadi saya hanya bisa membawa dua anak kami,” katanya.

Mimpi menjadi guru dan koki

Sementara itu, Indana Zulfa mengaku senang akhirnya bisa sekolah bersama adiknya.

Ia berharap cita-citanya menjadi guru nanti bisa tercapai.

“Sayu ingin menjadi guru,” katanya.

Sementara Izzatul Muflihah ingin menjadi seorang koki kelak.

Ia ingin bisa menyajikan masakan terbaik untuk keluarganya.

“Saya ingin menjadi koki, ingin belajar memasak agar keluarga bisa makan enak,” katanya.

SR di Bangkalan akan diresmikan besok hari (30/9/2025).

Diperkirakan, terdapat 67 siswa yang dibagi menjadi 34 siswa sekolah dasar dan 33 siswa sekolah menengah pertama.

Nantinya, siswa akan tinggal di gedung asrama dan akan dipisah antara putra dan putri.

Selain itu, tersedia pengasuh yang akan menjaga seluruh siswa selama berada di lingkungan SR.