5 Fakta Menarik Bianglala, Dirancang untuk Bersaing dengan Menara Eiffel

Forum Kota24 Dilihat

Anda pasti sudah sering melihat permainan bianglala atauFerris wheelsyang sering ditemui di lokasi wisata dan pasar malam. Bahkan, permainan berbentuk roda raksasa ini kerap menjadi ikon romansa, tempat foto favorit, atau hanya sekadar hiasan festival. Namun, tahu tidak kamu bahwa pembuatan bianglala diawali oleh banyak konflik? Mulai dari ambisi Amerika hingga kehancurannya dengan bahan peledak. Mari kita simak fakta sejarah tentang pembuatan bianglala berikut ini.

1. Dimulai dengan ambisi Amerika untuk bersaing dengan Menara Eiffel

Dilansir dari Britannica dan Chicago Architecture Center, sejarah bianglala dimulai pada tahun 1890-an. Pada masa itu Kota Chicago bersiap menjadi tuan rumahWorld’s Columbian ExpositionArsitek Daniel Burnham berharap pameran ini memiliki ikon yang sebanding dengan Menara Eiffel yang baru saja selesai dibangun di Paris.

banner 336x280

Segala gagasan ekstrem diajukan, mulai dari menara toboggan hingga permainan terjun bebas. Namun, tidak ada yang cukup kreatif. Sampai seorang insinyur bernama George Washington Gale Ferris Jr. muncul dengan gagasan membangun sebuah roda baja besar yang mampu membawa orang berputar di udara. Selanjutnya, permainan ini dikenal dengan namaFerris wheels, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pelangi.

2. Hak cipta pernah menjadi sengketa

Menurut Smithsonian Magazine, sebelum Ferris, sebenarnya sudah ada tukang kayu bernama William Somers yang menciptakan perahu putar besar dengan tinggi sekitar 15 meter di Asbury Park dan Coney Island. Somers bahkan mendaftarkan hak ciptanya yang dikenal sebagaiwooden roundabout. Tidak heran, Somers pernah menggugat Ferris karena dianggap menyalin gagasannya.

Somers sempat menang dalam persidangan awal, tetapi kalah pada tingkat banding. Banyak orang menganggap gagasan Ferris sebagai pengembangan dari kincir Somers, hanya saja jauh lebih ambisius dengan penggunaan baja dan ukuran yang sangat besar. Pengadilan menganggap bahwa Ferris telah memberikan inovasi penting dalam hal teknik dan skala, sehingga karyanya tetap diakui sebagai penemuan baru.

3. Mulai beroperasi pada tahun 1893

Menurut CBS News, meskipun awalnya dipertanyakan, Ferris berani mengambil risiko besar. Ia menggunakan uang pribadi untuk membuktikan bahwa roda baja setinggi 76 meter itu dapat berdiri dengan stabil. Dengan 36 kabin yang masing-masing mampu menampung enam puluh orang, wahana ini mampu mengangkut lebih dari dua ribu penumpang dalam satu waktu.

Berselancar di udara secara resmi dibuka pada 21 Juni 1893 dan menjadi perhatian besar di Chicago. Pada masa itu, lebih dari 1,4 juta orang mencoba pengalaman melihat kota dari ketinggian selama sekitar dua puluh menit dengan biaya 50 sen per orang. DilansirSmithsonian Magazineseorang jurnalis pada masa itu menggambarkan perasaannya seolah terbang di dalam sangkar burung yang sangat besar.

4. Berakhir dengan tragis: dihancurkan menggunakan dinamit karena tingginya biaya perawatan

Sayangnya, kehidupan Ferris tidak seindah pelangi yang diciptakannya. Setelah pameran yang sangat sukses, ia terlibat dalam perselisihan hukum dan masalah finansial. Ferris meninggal di usia muda 37 tahun akibat demam tifoid, dalam kondisi bangkrut.

Menurut catatan Architecture.orgnasib awal bianglala pertama tidak kalah menyedihkan. Setelah pameran Chicago selesai, roda raksasa itu dijual kepada investor dan pernah dipindahkan ke St. Louis untukLouisiana Purchase ExpositionPada tahun 1904. Namun biaya perawatan yang mahal dan kesulitan menemukan lokasi tetap menyebabkan tidak dapat dipertahankannya. Tahun 1906, bangunan bersejarah tersebut akhirnya dihancurkan menggunakan bahan peledak.

5. Permainan sirkus kini menjadi simbol industri hiburan modern

Meskipun berakhir dengan tragis, warisan Ferris tetap abadi.Ferris wheelkini menjadi simbol industri hiburan modern. Dijelaskan olehFun Crew USA, bianglala tidak hanya berkembang di Amerika Serikat, tetapi juga menjadi simbol internasional seperti London Eye di Inggris dan Singapore Flyer di Singapura.

Tidak hanya sebagai objek wisata, bianglala sering kali menjadi saksi momen penting. Di beberapa kota besar, bianglala bahkan menjadi bagian dari perayaan tahun baru dengan pertunjukan kembang api yang megah mengelilingi roda raksasa. Semua ini menunjukkan bahwa bianglala bukan hanya warisan arsitektur, tetapi juga bagian dari kenangan kolektif manusia tentang hiburan dan rasa ingin tahu akan dunia dari ketinggian.

5 Fakta Menarik Vicenza, Kota Arsitektur Klasik UNESCO yang Anggun 5 Fakta Menarik Kota Tianjin, Kombinasi Gaya Arsitektur Eropa dan Tiongkok