Bula, Seram Bagian Timur 6 Mei 2026 — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, mencatatkan capaian membanggakan pada tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 71 siswa dinyatakan lulus 100 persen dalam pengumuman resmi yang dirangkaikan dengan acara pelepasan siswa kelas
akhir, Rabu (6/5/2026).
Kepala MAN 2 Bula, Zakaria, M.Pd., dalam wawancara di ruang kerjanya menyampaikan rasa syukur atas hasil tersebut. Ia menegaskan bahwa kelulusan tahun ini tidak hanya dilihat dari aspek akademik semata, tetapi juga dari kualitas karakter siswa yang dinilai berada pada kategori baik hingga sangat baik.
Alhamdulillah, seluruh siswa kita lulus 100 persen. Ini bukan hanya capaian angka, tetapi menunjukkan bahwa mereka telah memenuhi standar akademik sekaligus memiliki akhlak yang baik sebagai bekal melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, sistem kelulusan saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Penentuan kelulusan tidak lagi dilakukan secara terpusat, melainkan menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan. Di MAN 2 Bula, kelulusan ditetapkan berdasarkan sejumlah kriteria ketat, mulai dari penyelesaian seluruh program pembelajaran dari kelas X hingga XII, pemenuhan standar akademik, hingga penilaian akhlak minimal baik.
Lebih lanjut, Zakaria menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya pembenahan besar yang dilakukan madrasah dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu tonggak penting adalah keberhasilan meraih akreditasi unggul pada akhir tahun 2025.
Ia mengungkapkan, sebelumnya MAN 2 Bula sempat bertahan dengan akreditasi C selama kurang lebih 10 tahun, yang menjadi kendala serius bagi lulusan untuk bersaing masuk ke perguruan tinggi favorit. “Akreditasi itu adalah pengakuan kualitas. Ketika kita masih di C, anak-anak kita sering tersisih. Alhamdulillah, sekarang kita sudah akreditasi unggul, ini membuka banyak peluang,” jelasnya.
Dengan status akreditasi unggul tersebut, peluang siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri semakin terbuka lebar. Saat ini, madrasah memperoleh kuota hingga 40 persen untuk jalur masuk perguruan tinggi negeri tertentu. Selain itu, seluruh siswa juga memiliki kesempatan penuh untuk mendaftar melalui jalur prestasi.
Tak berhenti di situ, pihak madrasah juga активно membangun jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga guna membuka akses beasiswa. Tercatat, tiga siswa tengah dipersiapkan untuk memperoleh beasiswa penuh melalui program Beasiswa Nusantara dan jalur prestasi lainnya.
Selain itu, penjajakan kerja sama juga dilakukan dengan sejumlah perguruan tinggi di luar daerah, termasuk Universitas Teknologi Sumbawa. Kampus tersebut menawarkan berbagai fasilitas menarik, mulai dari bantuan biaya transportasi, beasiswa selama masa studi, hingga penyediaan tempat tinggal bagi mahasiswa.
Di sisi lain, pembinaan karakter menjadi perhatian utama madrasah. Program taklim atau kajian keislaman rutin menjadi salah satu unggulan, yang tidak hanya membentuk kepribadian siswa tetapi juga menjadi syarat dalam pengajuan beasiswa tertentu. Program ini didukung oleh para aktivis dakwah yang secara konsisten membina siswa.
Kita ingin anak-anak ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan,” tegas Zakaria.
Komitmen terhadap akses pendidikan juga ditunjukkan melalui kebijakan tidak memungut sumbangan dari orang tua siswa selama satu tahun terakhir. Menurut Zakaria, langkah ini diambil sebagai bentuk keberpihakan kepada siswa kurang mampu.
Pendidikan bukan bisnis, tetapi investasi masa depan. Kita ingin semua anak punya kesempatan yang sama untuk berhasil,” katanya.
Dari sisi fasilitas, MAN 2 Bula terus berbenah. Seluruh ruang kelas kini telah dilengkapi dengan perangkat pembelajaran multimedia dan pendingin ruangan. Madrasah juga memiliki asrama representatif, fasilitas ibadah, serta tengah menyiapkan sarana olahraga yang ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran baru.
Kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, seni, dan marching band juga mendapat perhatian melalui program peremajaan peralatan secara berkala.
Sementara itu, dari sisi tenaga pendidik, MAN 2 Bula didukung oleh 42 tenaga, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Seluruh mata pelajaran telah terpenuhi, dengan sebagian guru bahkan memiliki kualifikasi lebih. Mayoritas guru berpendidikan minimal S1, sementara lima orang telah menyelesaikan pendidikan S2, dan beberapa lainnya tengah menempuh studi lanjutan.
Ke depan, Zakaria menegaskan bahwa tantangan terbesar adalah mempertahankan akreditasi unggul yang telah diraih. Hal ini membutuhkan konsistensi dalam meningkatkan kinerja, baik dalam aspek pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, maupun prestasi siswa.
Kita tidak boleh lengah. Mempertahankan itu lebih sulit daripada meraih. Karena itu, semua program harus terus dievaluasi dan ditingkatkan,” ujarnya.
Dengan berbagai capaian tersebut, MAN 2 Bula optimistis mampu terus melahirkan generasi unggul yang berdaya saing tinggi serta berkarakter kuat. Para lulusan diharapkan tidak hanya sukses di jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga mampu kembali dan berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Timur.*** Muhammad Lausepa.













