Forum Kota | Ambon – Kasus pembacokan yang menimpa Gozali Rumain, warga asal Seram Bagian Timur (SBT), menjadi perhatian publik setelah foto dan informasinya viral di media sosial. Warga Kota Ambon turut dikejutkan oleh peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu itu, sementara masyarakat SBT menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut.
Risal Rumalolas, Aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Maluku, angkat bicara terkait kejadian itu. Menurutnya, aksi kekerasan seperti yang dialami Gozali Rumain tidak layak terjadi di Maluku, daerah yang menjunjung tinggi semboyan “Ale Rasa Beta Rasa” sebagai simbol persaudaraan.
“Oknum pelaku pembacokan terhadap saudara Gozali Rumain harus segera ditangkap dan diseret ke ranah hukum sesuai perbuatannya. Ini tindakan yang mencederai nilai hidup orang basudara,” tegas Risal Rumalolas.
Ia menilai tindakan pelaku sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Menurut Risal, insiden seperti ini dapat memunculkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih jika aparat tidak bergerak cepat.
Risal menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku telah berupaya membawa daerah ini keluar dari zona konflik. Karena itu, setiap tindakan kekerasan harus mendapatkan perhatian serius agar tidak memicu ketegangan ataupun gesekan di masyarakat.
“Maluku sedang berusaha besar menciptakan kedamaian, karena konflik tidak pernah menumbuhkan ekonomi. Justru menghambat pembangunan,” ujarnya.
Sebagai Aktivis LMND Maluku, Risal juga mendesak **Polda Maluku** untuk serius dan cepat dalam proses penyelidikan. Ia menegaskan bahwa aparat tidak boleh lamban, apalagi jika identitas pelaku sudah diketahui.
Menurutnya, kasus ini berpotensi menjadi “bom waktu” yang bisa memicu konflik kecil dan berkembang menjadi konflik berskala lebih besar apabila tidak ditangani secara tegas dan transparan.
Masyarakat pun terus menantikan langkah konkret Polda Maluku dalam mengungkap pelaku dan menuntaskan kasus pembacokan terhadap Gozali Rumain.













