Dari Pantai Woelola, Semangat Kartini Dihidupkan: Lomba Gulung Papeda Jadi Gerakan Nyata Hilirisasi Sagu di SBT.

Forum Kota, Maluku, Regional1017 Dilihat
banner 468x60

Forum Kota | BULA. Seram Bagian Timur Provinsi Maluku — Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tahun ini tampil berbeda. Tidak sekadar seremoni, kegiatan yang digelar oleh PDI Perjuangan menjadi ruang aktualisasi perempuan sekaligus dorongan konkret terhadap program hilirisasi sagu.

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pasar Pantai Woelola, Desa Woelalola, Kecamatan Bula, pada Sabtu, 25 April 2026 ini mengusung tema
Meneladani Semangat Kartini: Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya, dan Berdampak.” Tema tersebut mencerminkan komitmen untuk menjadikan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

banner 525x280

Ketua DPC PDI Perjuangan SBT, Abdul Azis Yanlua, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi DPP PDI Perjuangan kepada seluruh jajaran di daerah.

Secara nasional ada sekitar 14 jenis lomba yang dianjurkan. Namun kami di SBT memilih lomba gulung papeda sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi sagu,” ungkapnya.

Menurut Azis, pilihan lomba tersebut bukan sekadar simbol budaya, melainkan bagian dari strategi memperkuat identitas sekaligus ekonomi masyarakat. Ia menilai, selama ini pengelolaan sagu masih terlalu terfokus pada produksi bahan mentah, tanpa pengembangan maksimal ke produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

Hilirisasi sagu tidak boleh berhenti pada pati saja. Kita harus dorong menjadi produk pangan lokal siap konsumsi seperti bagea dan olahan lainnya yang memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa produk-produk tersebut merupakan hasil kreativitas masyarakat lokal yang perlu didorong agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Lebih jauh, Azis mengungkapkan keprihatinannya karena hingga kini belum ada makanan khas Maluku yang dipatenkan secara resmi. Padahal, sagu merupakan identitas kuat masyarakat Maluku, khususnya di Seram Bagian Timur.

Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati SBT, Fahri Husni Alkatiri, agar serius mengakomodasi dan memperjuangkan produk lokal untuk mendapatkan hak paten melalui Kementerian Hukum dan HAM.

Kalau ini diperjuangkan, maka produk lokal kita tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan bisa berkembang menjadi kekuatan bisnis daerah,” tegasnya.

PDI Perjuangan, lanjutnya, memandang bahwa orientasi pengelolaan sagu harus berubah. Tidak lagi sebatas ekspor bahan mentah, tetapi diarahkan pada pengembangan produk jadi yang memiliki daya saing.

Ia bahkan menilai, produk berbasis sagu dapat menjadi solusi alternatif dalam menghadapi potensi krisis pangan nasional.

Kita harus bisa bawa produk UMKM sagu ke tingkat nasional. Ini bukan hanya soal ekonomi daerah, tetapi juga kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Dalam momentum Hari Kartini, Azis juga menyoroti peran penting perempuan dalam pengelolaan sagu. Ia menyebut bahwa sektor ini didominasi oleh kaum ibu, sehingga kegiatan lomba gulung papeda menjadi simbol pemberdayaan perempuan akar rumput.

Perempuan adalah aktor utama dalam produksi pangan lokal. Maka kegiatan ini adalah bentuk penghormatan sekaligus penguatan peran mereka,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Maluku memiliki potensi sagu yang sangat besar, terutama di wilayah Seram Bagian Timur. Namun, potensi tersebut tidak akan berarti jika tidak dikelola dengan baik.

Mengutip pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, ia menegaskan bahwa sumber daya alam hanya akan bernilai jika mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

Sagu harus menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar potensi yang dibiarkan,” ujarnya.

Azis juga mendorong agar pengelolaan sagu dapat masuk dalam program strategis nasional (PSN), sehingga membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa, termasuk melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, koperasi dapat menjadi penggerak utama dalam rantai produksi hingga distribusi produk sagu.

Koperasi harus diarahkan sesuai potensi desa. Kalau desa itu basis sagu, maka koperasi harus menopang pengelolaan sagu,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Arobi Kelian, unsur Bawaslu SBT, Komisioner KPU Divisi Teknis Said Heder Boften, Camat Bula, Danramil beserta anggota Koramil Bula, Kepala Desa Lemumir, Kepala Desa Kampung Gorom, serta pengurus dan anggota PDI Perjuangan se-Kabupaten SBT.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu yang menjadi peserta utama lomba gulung papeda. Kegiatan berlangsung meriah dengan nuansa kebersamaan yang kuat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah kepada para pemenang juara satu hingga tiga. Tidak hanya itu, seluruh peserta yang ikut ambil bagian juga mendapatkan hadiah dari PDI Perjuangan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kartini dapat dihadirkan secara kontekstual dan berdampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya mengangkat nilai emansipasi perempuan, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam mendorong ekonomi lokal berbasis potensi daerah.

Di akhir kegiatan, Azis menegaskan bahwa PDI Perjuangan akan terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. *** Muhammad Lausepa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *