Gubernur Iqbal Menangis Saat Cerita Potret Kemiskinan NTB

Berita, NTB2 Dilihat
banner 468x60

Forum kota id.Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal tak kuasa menahan haru saat menceritakan pengalaman langsungnya melihat kondisi kemiskinan di NTB. Ia mengaku, realitas yang ditemuinya di lapangan jauh lebih berat dibandingkan gambaran kemiskinan yang selama ini hanya dipahami dalam konsep dan data.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Iqbal saat melepas Jamaah Umrah di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (21/1/2026). Dalam suasana penuh haru, Iqbal bahkan sempat menitikkan air mata saat mengenang perjumpaannya dengan masyarakat miskin di sejumlah wilayah.

banner 525x280

“Saat saya turun bersama istri, hati saya tersayat-sayat. Dulu kemiskinan yang saya kenal itu adalah kemiskinan konsep. Tapi saat saya turun melihat langsung, kemiskinan itu realitas yang nyata, bahkan lebih parah dari kemiskinan yang saya bayangkan,” ujar Iqbal.

Ia menuturkan, pengalaman tersebut menjadi pengingat sekaligus beban moral bagi dirinya sebagai pemimpin daerah. Menurutnya, kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat setiap hari.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Iqbal menitipkan doa kepada para jamaah umrah agar masyarakat NTB diberi jalan keluar dari kemiskinan. Ia juga berharap para pemimpin diberi kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.

Saya titip tolong doakan rakyat NTB. Mudah-mudahan Allah mengeluarkan mereka dari kemiskinan, dan mudah-mudahan para pemimpin diberikan kekuatan untuk mengeluarkan masyarakat dari kemiskinan,” kata Iqbal.

Iqbal menegaskan, komitmen pengentasan kemiskinan akan menjadi prioritas utama pemerintahannya ke depan. Ia menilai, upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh melalui perbaikan akses pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kebijakan pembangunan yang berkeadilan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *