Opini :Melihat Semut di Seberang, Lalai pada Gajah di Depan Mata

Ada satu ironi yang jarang kita akui, Oleh : Alfonsius Yanorius Molo SH

NTT, Sudut Pandang2 Dilihat
banner 468x60

FORUMKOTA. ID-Kupang-05 Maret 2026 – Ketika bencana terjadi di daerah lain, hati kita cepat tergerak. Kita berkumpul, menggalang dana, kotak-kotak sumbangan beredar dari cabang ke cabang sebagai simbol solidaritas yang bergerak. Kita saling mengajak untuk membantu. Solidaritas terasa hidup.

Kata “kemanusiaan” menggema di mana-mana.

banner 525x280

Dan itu baik. Itu mulia.

Namun di saat yang sama, kemiskinan di kampung sendiri sering berlalu tanpa kegelisahan yang sama. Rumah berdinding bebak yang sudah rapuh berdiri bertahun-tahun tanpa perubahan. Warga yang hidup serba kekurangan kita temui hampir setiap hari. Kita tahu. Kita lihat. Tapi rasa mendesaknya tak sebesar ketika musibah terjadi jauh dari kita.

Seolah-olah yang jauh tampak lebih jelas, sementara yang dekat menjadi kabur karena terlalu sering dilihat.

Barangkali bukan karena kita tidak peduli. Barangkali karena kita sudah terlalu terbiasa.

Terbiasa melihat kesusahan.

Terbiasa mendengar keluhan.

Terbiasa menganggap kemiskinan sebagai bagian wajar dari kehidupan.

Padahal tidak ada yang wajar dari penderitaan.

Membantu mereka yang jauh adalah tindakan mulia. Tidak ada yang perlu disalahkan dari itu. Namun kepedulian yang tidak dimulai dari lingkungan sendiri adalah kepedulian yang timpang.

Apa arti solidaritas jika tetangga kita sendiri masih bergumul sendirian?

Apa makna empati jika halaman rumah kita menyimpan luka yang tak pernah benar-benar kita perhatikan?

Peribahasa lama mengingatkan kita: semut di seberang terlihat, gajah di depan mata justru terlewatkan.

Mungkin yang perlu kita selamatkan bukan hanya mereka yang hidup dalam kekurangan, tetapi juga cara kita memandang penderitaan itu sendiri.

Karena ketika yang dekat terus kita anggap biasa, yang perlahan runtuh bukan hanya rumah-rumah rapuh itu—melainkan juga kepekaan kita sebagai manusia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *