Wira Praja Ajak Media Bersinergi Bangun Purbalingga, Soroti Oknum Wartawan Tak Beridentitas

banner 468x60

FORUM KOTA ID – Purbalingga – Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Persatuan Wartawan Intermedia Nusantara (Perwira) Kabupaten Purbalingga di bulan suci Ramadan menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah diskusi penting untuk memperkuat peran media dalam pembangunan daerah. Ketua Wira Praja Kabupaten Purbalingga, Karsono, mengajak seluruh insan pers untuk bersinergi dengan pemerintah desa, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan transparan.

Hadir sejumlah jurnalis dari berbagai media lokal, kegiatan ini juga membahas dinamika kerja jurnalistik di lapangan. Karsono menegaskan bahwa media memiliki peran strategis sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mitra dalam mengawal pembangunan.

banner 525x280

“Media memiliki peran penting dalam mengawal pembangunan daerah. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh rekan-rekan jurnalis untuk terus bersinergi agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat tetap akurat dan berimbang,” ujar Karsono dalam sambutannya.

Selain mengajak sinergi, Karsono juga menyampaikan keprihatinannya terkait oknum yang mengaku sebagai wartawan namun tidak memiliki identitas jelas. Ia mengungkapkan bahwa praktik tersebut sering meresahkan kepala desa, mengingat oknum tersebut kerap mendatangi mereka dengan proposal kegiatan yang tidak transparan, bahkan menawarkan produk seperti buku, kaos, dan kalender dari luar daerah yang tidak berkaitan dengan tugas jurnalistik.

“Hal seperti ini tentu sangat merugikan citra wartawan yang benar-benar bekerja secara profesional. Kami berharap para kepala desa tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan wartawan namun tidak bisa menunjukkan identitas dan legalitas medianya,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Perwira Kabupaten Purbalingga, Agung Pramono, SH, menegaskan bahwa pihaknya siap menempuh jalur hukum jika ditemukan pihak yang menggunakan nama wartawan untuk kepentingan tidak jelas. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga merusak marwah profesi jurnalistik.

“Profesi ini memiliki aturan dan kode etik yang harus dijaga. Seorang wartawan profesional harus memiliki identitas jelas, berasal dari perusahaan media terverifikasi, serta menjalankan tugas sesuai kaidah jurnalistik,” jelas Agung Pramono.

Kepala Biro Media Mitrapolri Banyumas Raya, Budisantoso, juga mengecam keras tindakan oknum tersebut. Ia menghimbau kepala desa agar lebih berhati-hati dan segera berkoordinasi dengan Wira Praja jika menerima kunjungan dari pihak yang mencurigakan.

“Jangan ragu untuk melakukan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman. Komunikasi yang baik antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan insan pers akan membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih transparan dan profesional,” ujar Budisantoso.

Melalui kegiatan ini, para jurnalis Perwira berharap solidaritas antar wartawan semakin kuat dan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme serta meningkatkan kualitas pemberitaan bagi masyarakat Purbalingga. Sinergi yang baik diharapkan dapat membuat pembangunan daerah berjalan lebih transparan dan partisipatif untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

(Penulis:SATIAH)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *