200 Rumah Warga Seram Bagian Timur Dapat Bantuan Perbaikan, Program 3 Juta Rumah Mulai Diverifikasi.

Forum Kota2 Dilihat
banner 468x60

 

 

banner 525x280

BULA. SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Program bantuan perbaikan rumah dari pemerintah pusat mulai direalisasikan di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Pada tahap pertama, sebanyak 200 rumah warga akan mendapatkan bantuan perbaikan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang merupakan bagian dari program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur, M. Korwaka, mengatakan saat ini program tersebut masih berada pada tahap verifikasi data calon penerima bantuan.

Sekarang tim dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Maluku yang berkedudukan di Ambon sedang melakukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan penerima bantuan benar-benar layak,” ujar Korwaka saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (11/3/2026).

Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa rumah yang diusulkan memang masih dalam kondisi tidak layak huni serta memastikan data penerima masih sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

Korwaka menjelaskan, proses verifikasi menjadi tahap penting agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran. Tim verifikasi akan mengecek langsung kondisi rumah, status kepemilikan, serta kelayakan calon penerima bantuan.

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan rumah yang sebelumnya diusulkan ternyata sudah diperbaiki atau tidak lagi memenuhi kriteria sebagai rumah tidak layak huni, maka data tersebut akan diganti dengan warga lain yang lebih membutuhkan.

Tujuannya supaya bantuan ini benar-benar diberikan kepada masyarakat yang rumahnya memang membutuhkan perbaikan,” katanya.

Program perbaikan rumah tahap pertama di Kabupaten Seram Bagian Timur ini tersebar di beberapa desa pada dua kecamatan.
Di Kecamatan Bula Barat, bantuan rumah dialokasikan untuk:
Desa Hote sekitar 25 unit rumah
Sementara di Kecamatan Bula, bantuan diberikan kepada:
Desa Bula sekitar 94 unit rumah
Sedangkan di Kecamatan Gorom, bantuan tersebar di beberapa desa yaitu:
Desa Kataloka sekitar 24 unit rumah
Desa Dai sekitar 15 unit rumah
Desa Amarsikaru sekitar 23 unit rumah
Desa Kilibingan sekitar 19 unit rumah

Total keseluruhan bantuan pada tahap pertama ini mencapai sekitar 200 unit rumah.

Dalam program BSPS tersebut, setiap rumah penerima bantuan mendapatkan dana sebesar Rp20 juta. Dana ini difokuskan untuk memperbaiki bagian rumah yang dianggap tidak layak atau berpotensi membahayakan penghuni.

Beberapa bagian rumah yang biasanya diperbaiki antara lain:
lantai rumah
dinding rumah
atap rumah
struktur bangunan yang rusak.

Misalnya, lantai rumah yang masih berupa tanah akan diperbaiki menjadi lantai semen. Dinding papan yang sudah lapuk diganti dengan material yang lebih kuat seperti tembok, sementara atap rumah yang sebelumnya menggunakan rumbia dapat diganti dengan seng agar lebih tahan terhadap cuaca.

Perbaikan tersebut bertujuan agar rumah masyarakat menjadi lebih aman, sehat, dan layak huni.

Korwaka menjelaskan bahwa program BSPS bersifat stimulan, sehingga tidak menanggung seluruh biaya pembangunan rumah. Karena itu, program ini mengandalkan partisipaai Swadaya masyarakat.

Karena nilai bantuannya Rp20 juta, maka masyarakat juga diharapkan ikut berpartisipasi, misalnya melalui gotong royong atau penggunaan bahan bangunan lokal,” jelasnya.

Dalam praktiknya, warga biasanya saling membantu dalam proses pembangunan rumah. Ada yang membantu sebagai tukang, ada juga yang menyediakan bahan bangunan seperti kayu atau material lokal yang tersedia di desa.
Nilai Bantuan Masih Lebih Rendah

Korwaka juga mengungkapkan bahwa nilai bantuan BSPS di Maluku saat ini masih sebesar Rp20 juta per rumah, sementara di beberapa daerah lain seperti Papua dan Maluku Utara bantuan yang diberikan bisa mencapai sekitar Rp40 juta per rumah.

Menurutnya, kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan membuat biaya transportasi material bangunan menjadi lebih mahal dibandingkan daerah lain.

Karena itu, pemerintah daerah telah menyampaikan masukan kepada pemerintah pusat agar nilai bantuan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah kepulauan.

Program BSPS merupakan bagian dari program nasional pembangunan 3 juta rumah yang direncanakan berjalan selama lima tahun.

Di Kabupaten Seram Bagian Timur sendiri, tahapan yang sedang berlangsung saat ini meliputi:
verifikasi data calon penerima
penetapan penerima bantuan
penyaluran dana bantuan
pelaksanaan perbaikan rumah.

Korwaka berharap program ini dapat membantu masyarakat yang rumahnya masih dalam kondisi tidak layak huni agar bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik.

Harapannya tentu masyarakat bisa memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan sehat untuk ditinggali,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat yang belum mendapatkan bantuan pada tahap pertama masih berpeluang menerima bantuan pada tahap berikutnya, karena program ini akan dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. ***  (Muhammad Lausepa ).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *