SDN 04 Baringin Lahirkan Generasi Cinta Budaya, Lewat Andra Pratama yang Berani Tampil Berbusana Adat

banner 636x380

Oleh: Roni Leriang, (Jurnalis FORKOT)

SD 04 Baringin Kecamatan Lima Kaum

banner 636x380

 

Pakaian adat bukan sekadar kain yang dijahit dengan indah dan dihias dengan motif khas. Lebih dari itu, pakaian adat adalah identitas, jati diri, dan cerminan dari nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun oleh leluhur. Di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan zaman, upaya melestarikan budaya Minangkabau sering kali menghadapi tantangan. Namun, semangat itu masih menyala terang, salah satunya terlihat pada sosok Andra Pratama, murid Sekolah Dasar Negeri 04 Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar.

Melihat Andra tampil percaya diri mengenakan busana tradisional yang kental dengan ciri khas budaya Minangkabau, hati ini terasa bangga dan terharu. Di usia yang masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, ia telah menunjukkan sikap cinta dan rasa hormat yang mendalam terhadap warisan budaya bangsanya. Ini bukan hal yang sepele. Di era di mana anak-anak lebih akrab dengan gaya berpakaian modern dan budaya luar, kesediaan untuk tetap memakai dan menghargai busana daerah adalah sebuah langkah nyata yang patut diapresiasi.

Sering kali kita mendengar kekhawatiran bahwa budaya lokal akan punah seiring berjalannya waktu. Namun, kekhawatiran itu bisa terjawab jika generasi muda seperti Andra terus tumbuh dengan kesadaran bahwa budaya sendiri adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Sekolah memiliki peran besar dalam hal ini. SDN 04 Baringin telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya soal menghafal pelajaran, berhitung, dan membaca semata, tetapi juga menanamkan akar jati diri agar murid-muridnya tidak kehilangan arah.

Melalui kegiatan memperkenalkan dan menggunakan pakaian adat dalam acara-acara sekolah, generasi muda diajak untuk mengenal sejarah, makna di balik setiap motif, serta filosofi yang terkandung di dalamnya. Ketika Andra mengenakan pakaian tersebut, ia tidak hanya terlihat gagah, tetapi sedang memikul amanah kecil untuk meneruskan kisah perjalanan budaya Tanah Datar ke masa depan.

Kita perlu menyadari, melestarikan budaya bukanlah tugas yang dibebankan hanya kepada para tetua atau tokoh adat semata. Ini adalah tanggung jawab bersama, yang harus dimulai sejak usia dini. Ketika anak-anak terbiasa melihat, memakai, dan memahami budayanya sendiri, maka rasa memiliki akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah modal terkuat agar identitas bangsa tetap kokoh berdiri, meski diterpa berbagai pengaruh dari luar.

Semangat yang ditunjukkan Andra Pratama ini seharusnya menjadi contoh dan inspirasi bagi teman-teman seusianya di seluruh Tanah Datar, bahkan di seluruh Indonesia. Jadilah generasi yang maju mengikuti perkembangan zaman, namun tetap berakar kuat pada jati diri sendiri. Jadilah generasi yang cerdas secara ilmu pengetahuan, namun tetap kaya akan nilai budaya dan tradisi leluhur.

Kepada Andra Pratama dan teman-teman seperjuangannya, teruslah bangga dengan warisan ini. Teruslah menjaga, merawat, dan menampilkannya dengan penuh kehormatan. Karena di pundak kalianlah masa depan kelestarian budaya ini berada. Tanpa jati diri yang jelas, kita hanyalah bangsa yang tanpa arah. Namun dengan budaya yang tetap hidup, kita akan tetap berdiri tegak dan dikenal oleh dunia sebagai bangsa yang besar dan beradab. (By ; RONILERIANG)

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *