DPU Kota Semarang Responsif, Tapi Lakukan Pemborosan Anggaran : Bongkar Pasang Paving Jalan Citarum Tidak Efektif

Sudut Pandang2446 Dilihat
banner 468x60

Forum Kota | Semarang – Jalan Citarum yang berada di antara Kelurahan Mlatibaru dan Kelurahan Bugangan Kecamatan Semarang Timur, merupakan Kawasan Bisnis Perkotaan, atau biasa disebut sebagai Central Business District (CBD)  yang padat lalu-lintasnya. Pada area tersebut terdapat Rumah Sakit, Stadion, Sekolah, serta pertokoan, dan perumahan warga yang padat penduduk. Selain itu, jalan tersebut juga merupakan jalur tembus Antar Kota untuk menuju Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan.

Perbaikan Paving Jalan Citarum pada hari Jum.at 15/5 dilakukan oleh 3 orang tenaga kerja

Dengan karakter Jalan Citarum yang demikian kompleks, maka idealnya jalan tersebut memiliki kekuatan yang tangguh, tahan terhadap beban berat, karena memang sering dilalui kendaraan berat yang memiliki tiga poros (sumbu roda) atau bahkan lebih. Namun sayangnya, karakter tanah di area tersebut yang memiliki daya Kembang-Susut Tinggi, justru jalannya hanya berkonstruksi paving. Walhasil, banyak titik yang amblas dan menimbulkan gelombang berkepanjangan yang sangat mengganggu kesehatan kendaraan kecil, bahkan bisa mengancam keselamatan pengendara roda dua.

banner 525x280

Sepanjang pengamatan penulis yang berdomisili di Kelurahan Mlatibaru dan tiap harinya tidak kurang dari tiga kali melintasi jalan tersebut, belum pernah terjadi lakalantas akibat gelombang jalan. Namun kerusakan pada sepeda motor tua sering terjadi, terutama pada bagian ban dalam. Bukan bocor akibat tertusuk benda tajam di cekungan jalan, tetapi lebih parah, yaitu bagian Pentil Ban terkoyak dan tidak bisa ditambal.

“Kalau bocor sih bisa ditambal dengan biaya hanya 15 ribu, lha ini harus ganti ban dalam kena 65 ribu. Iya kalau bawa uang, kalau nggak bawa kan tambah sengsara”, ujar pemotor yang mengalami nasib sama dengan penulis di lokasi tambal ban dekat jembatan Citandui beberapa waktu lalu.

Perbaikan Paving Jalan Citarum pada hari Sabtu 16/5 dilakukan oleh 4 orang tenaga kerja

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), sebenarnya sudah responsif terhadap keluhan dari pengguna jalan Citarum. Beberapa kali telah dilakukan perbaikan paving agar rata. Namun sayangnya, perbaikan hanya dilakukan pada 1-3 titik, sedangkan titik-titik lainnya, yaitu sebelum dan sesudahnya, serta sisi kanan titik yang sedang dikerjakan, juga meminta perbaikan. Dan bila hal tersebut dituruti, tentunya sepanjang jalan Citarum harus diperbaiki pavingnya dari gelombang-gelombang yang sangat mengganggu.

Perbaikan Paving Jalan Citarum pada hari Senin 18/5 dilakukan oleh 4 orang pekerja

Tidak Efektif dan Pemborosan

Dinas PU Kota Semarang sepertinya “agak lupa”, bahwa jalan bergelombang bila dilindas kendaraan berat, maka gelombangnya akan menular pada bagian berikutnya. Demikian seterusnya. Maka perbaikan secara parsial yang mungkin menggunakan Anggaran Swakelola UPTD Pemeliharaan Jalan dan Drainase sepertinya tidak efektif dan buang-buang anggaran yang harusnya bisa dialokasikan untuk perbaikan jalan lainnya.

Ketidak efektifan perbaikan tersebut, dikarenakan Anggaran Swakelola tiap UPTD hanya berkisar 1,5 Milyar, dan tentunya jumlah tersebut tidak mungkin dialokasikan semua untuk perbaikan Jalan Citarum. Dan tidak mungkin pula perbaikan akan diperluas dan diperpanjang secara pemecahan pekerjaan, karena tidak sesuai dengan asas Konsolidasi.

Ketidak efektifan pekerjaan tersebut juga dikarenakan Jalan Citarum sudah diagendakan untuk Dibangun Dengan Konstruksi Cor. Dengan demikian Anggaran Ratusan Juta yang telah diserap untuk Perbaikan Paving, tidak lama lagi akan ditimbun oleh pekerjaan konstruksi cor yang saat ini sedang dalam proses lelang.

Belum diketahui persis jumlah anggaran yang telah diserap untuk kegiatan perbaikan paving jalan Citarum pada tanggal 15, 16, 18 Mei serta perbaikan sebelumnya. Sebab untuk Pekerjaan Swakelola, publik tidak bisa mengetahui langsung jumlah anggaran yang digunakan, karena praktis kegiatan tersebut seperti Proyek Siluman, awal dan akhirnya berlangsung dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Entah bagaimana pandangan Inspektorat dan BPK RI, terhadap kegiatan yang tumpang tindih ini, akan dibangun Proyek dengan metode Tender, tapi sebelumnya dilaksanakan kegiatan perbaikan yang pada akhirnya ditimbun oleh pekerjaan baru.

Ya nggak apa-apa sih, Pemkot Semarang kan Kaya Raya, soal anggaran, uang nya tinggal tarik dari laci…

Salam,

Bagus BS

 

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *