Cetak Sawah Baru Dimulai, SBT Target

Forum Kota0 Dilihat
banner 468x60

 

 

banner 525x280

BULA. SERAM  BAGIAN TIMUR  PROVINSI MALUKU ~ Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur mulai merealisasikan program cetak sawah baru sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan produksi pangan tahun 2026. Program yang didorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat itu kini memasuki tahap pekerjaan lapangan di sejumlah kawasan transmigrasi di wilayah Seram Bagian Timur.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraia, mengatakan pemerintah daerah memperoleh alokasi cetak sawah baru seluas 1.362 hektar setelah melalui proses Survei Investigasi Desain (SID) yang dilakukan tim dari Universitas Pattimura.

Dari usulan sekitar 20 ribu hektar, hasil SID menetapkan Kabupaten Seram Bagian Timur memperoleh alokasi 1.362 hektar untuk program cetak sawah baru tahun 2026,” ujar Sofyan Waraia di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produksi padi daerah guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebelum pekerjaan lapangan dimulai, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur bersama jajaran TNI mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta selama tiga hari. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dan TNI Angkatan Darat terkait pelaksanaan program cetak sawah nasional.

Dari Maluku, kegiatan itu dihadiri unsur pimpinan militer, mulai dari Pangdam, Aster Kodam hingga Dandim Maluku Tengah.

Sepulang dari Jakarta, Dinas Pertanian SBT langsung menggelar rapat teknis bersama Kodim 1502/Masohi sebelum turun melakukan peninjauan lokasi calon sawah baru di sejumlah titik wilayah Seram Bagian Timur.

Hasilnya, alat berat sudah mulai masuk ke lokasi dan pekerjaan cetak sawah mulai berjalan hari ini,” kata Sofyan.

Pada Senin (25/5/2026), alat berat mulai beroperasi di tiga desa yang menjadi lokasi awal pengerjaan. Sementara itu, di wilayah Wae Kudal proses mobilisasi alat berat masih berlangsung dan diperkirakan tiba dalam dua hari ke depan.

Program cetak sawah baru tersebut diprioritaskan pada kawasan transmigrasi yang masih memiliki lahan usaha namun belum dikembangkan menjadi sawah produktif.

Besaran lahan di tiap wilayah berbeda-beda. Di Waesamet, luas lahan yang akan dicetak menjadi sawah mencapai sekitar 44 hektar. Sementara di Sumber Agung mencapai sekitar 377 hektar. Adapun kawasan Wae Kudal disebut memiliki potensi lahan lebih dari 1.441 hektar.

Total keseluruhan tetap 1.362 hektar sesuai alokasi untuk Kabupaten Seram Bagian Timur,” jelas Sofyan.

Dalam pelaksanaannya, TNI Angkatan Darat bertanggung jawab terhadap pekerjaan fisik mulai dari pembukaan lahan hingga pengolahan awal sawah. Setelah lahan siap, para petani akan langsung melakukan penanaman dengan pendampingan dari Dinas Pertanian.

Petani tetap dilibatkan, hanya saja pekerjaan fisik dikerjakan TNI. Setelah lahan selesai diolah, petani langsung masuk menanam,” ungkapnya.

Pekerjaan fisik program tersebut ditargetkan berlangsung selama empat bulan atau sekitar 120 hari. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proses cetak sawah diperkirakan rampung pada akhir September 2026 dan dilanjutkan dengan penanaman perdana.

Namun pemerintah memastikan proses tanam tidak harus menunggu seluruh pekerjaan selesai. Lahan yang telah rampung diolah akan langsung dimanfaatkan petani untuk percepatan musim tanam.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai desain dan spesifikasi teknis, pemerintah melibatkan berbagai unsur pengawasan di lapangan. Tim pengawas terdiri dari tim SID Universitas Pattimura, Babinsa, penyuluh pertanian lapangan, petugas teknis dinas hingga pemerintah desa setempat.

Dua hari sebelum pekerjaan dimulai, seluruh unsur terkait telah turun bersama melakukan penentuan titik awal pekerjaan atau “MC Nol” guna memastikan pekerjaan sesuai gambar perencanaan dan rencana anggaran biaya.

Semua pihak berkolaborasi untuk memastikan pekerjaan sesuai gambar dan rencana anggaran biaya yang telah ditetapkan,” katanya.

Melalui program cetak sawah baru ini, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur menargetkan tambahan luas tanam mencapai 3.050 hektar sepanjang tahun 2026. Pemerintah berharap perluasan areal sawah tersebut mampu meningkatkan produksi beras daerah secara signifikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Kami berharap pekerjaan fisik dapat selesai tepat waktu sehingga petani segera menanam dan produksi padi di Seram Bagian Timur meningkat signifikan,” pungkas Sofyan Waraia. *** M.  Lausepa.

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *