Forumkota.id | Lampung Tengah – Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan di Kampung Ngestirahayu, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, menuai sorotan warga. Selain diduga tidak dilengkapi papan informasi proyek, pekerjaan yang telah berlangsung sekitar dua bulan itu dinilai berjalan lamban sehingga menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran.
Saat melakukan peninjauan ke lokasi pada Jumat (30/5/2026) sekitar pukul 16.48 WIB, awak media mendapati progres pembangunan jembatan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan. Di lokasi juga tidak terlihat adanya aktivitas pekerja.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp417.895.321 yang bersumber dari dana yang dikucurkan oleh BPBD Kabupaten Lampung Tengah ke rekening Kampung Ngestirahayu.
Sejumlah warga mengaku mempertanyakan lambannya pelaksanaan pekerjaan. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa proyek tersebut telah berjalan kurang lebih dua bulan, namun hingga kini belum juga selesai.
“Jembatan ini sudah lama, Mas, kurang lebih dua bulan kalau tidak salah. Tapi masih seperti ini. Pekerjaannya juga jarang-jarang, kadang kerja kadang tidak. Sampean juga bisa lihat sendiri, sekarang tidak ada yang kerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, warga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi jembatan sementara yang digunakan masyarakat sebagai akses penyeberangan. Menurutnya, jembatan darurat tersebut hanya terbuat dari kayu dan tidak memiliki pembatas pengaman yang memadai.
“Susah, Mas. Takut juga kalau lewat jembatan ini karena cuma kayu dan tidak ada pembatasnya. Kalau terpeleset bisa bahaya. Mudah-mudahan jangan sampai memakan korban,” katanya.
Jembatan tersebut diketahui merupakan akses penting yang menghubungkan Kampung Ngestirahayu, Kecamatan Punggur, dengan wilayah Telung Itik Ogan, Kecamatan Gunung Sugih. Karena itu, masyarakat berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan agar aktivitas warga kembali normal dan aman.
Di sisi lain, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Kampung Ngestirahayu terkait pelaksanaan proyek tersebut belum membuahkan hasil. Kepala kampung diduga telah memblokir nomor WhatsApp wartawan sehingga tidak dapat dihubungi untuk memberikan keterangan maupun klarifikasi.
Masyarakat berharap pemerintah terkait, khususnya BPBD Kabupaten Lampung Tengah, dapat melakukan pengawasan lebih intensif terhadap pelaksanaan proyek tersebut guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, dan transparan dalam penggunaan anggaran negara. (Tim-Red)













