Kampung Peziarah: Dusun Religius di Lamongan

banner 468x60

Forumkota.id _ Lamongan – Dusun Babatan yang terletak di Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, kini dikenal luas dengan julukan istimewa “Kampung Peziarah”. Gelar ini bukan sekadar sebutan, melainkan bukti nyata dari kehidupan religius yang begitu kental, terstruktur, dan terus lestari dari generasi ke generasi di wilayah tersebut.

Di dusun yang dihuni oleh 209 Kepala Keluarga dan terbagi dalam 4 Rukun Tetangga (RT) ini, gema lantunan ayat suci Al-Qur’an, bacaan Surat Yasin, Tahlil, hingga shalawat nabi tak pernah putus terdengar. Khususnya pada malam Rabu dan malam Jumat, suasana ibadah terasa semakin hidup karena berbagai kelompok majelis mulai mengadakan kegiatan secara serentak di berbagai penjuru dusun. Kehidupan keagamaan di sini berjalan sangat lengkap dan terjadwal rapi, melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

banner 525x280

Kegiatan keagamaan yang menjadi ciri khas wilayah ini terbagi dalam beberapa kelompok utama. Pertama, terdapat Lima Majelis Yasin dan Tahlil yang aktif berjalan dengan jadwal tetap. Jamaah bapak-bapak di RT 01, RT 03, dan RT 04 mengadakan pengajian setiap malam Jumat, sedangkan RT 02 melaksanakannya setiap malam Rabu. Sementara itu, kaum ibu berkumpul setiap malam Kamis di bawah bimbingan Ibu Hj. Husnul, dan remaja putri memiliki jadwal pada setiap malam Minggu meski saat ini sedang berusaha kembali menggairahkan semangat anggotanya. Di Masjid Al Hidayah, setiap malam Jumat pasaran Wage diadakan pengajian gabungan seluruh warga yang dipimpin Modin Moh Sarbu. Selain itu, ada pula Jamaah Shalawat Al Hikmah yang senantiasa meramaikan lingkungan dengan shalawat setiap malam Jumat dibawah asuhan Ustadz H. Ghufron, S. Pd.I.

Aspek pendidikan agama juga mendapat perhatian besar melalui TPQ Al Hidayah. Lembaga ini menjadi tempat pembentukan karakter bagi ratusan anak-anak agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani. Setiap tahunnya, TPQ ini rutin menggelar acara besar seperti Munaqosah, Wisuda Santri, hingga Festival Anak Sholeh di bawah pimpinan Bapak Munir, S. Pd.I. Tak hanya itu, semangat kebersamaan juga terlihat dalam kegiatan organisasi pemuda. Remaja Masjid Al Hidayah di bawah pimpinan Moh Farori aktif memperingati Hari Besar Islam, sedangkan Karang Taruna Pelangi yang diketuai M. Ainur Rofiq, S. Kom menggabungkan peringatan Hari Besar Nasional dengan kegiatan ziarah, sehingga nilai agama dan nasionalisme bersatu harmonis.

Namun, yang paling membuat dusun ini pantas menyandang gelar Kampung Peziarah adalah tradisi ziarah yang menjadi agenda rutin tahunan. Seluruh elemen masyarakat, mulai dari kelompok pengajian, pemuda, hingga lembaga pendidikan, berlomba-lomba melaksanakan kebaikan ini. Kegiatan ziarah dilakukan dalam berbagai skala, mulai dari rombongan kecil menggunakan kendaraan pribadi hingga rombongan akbar yang memberangkatkan sekitar 9 bus besar sekaligus. Tujuannya pun beragam, mulai dari makam leluhur setempat, tokoh penyebar agama di daerah sekitar, hingga perjalanan jauh lintas provinsi untuk berziarah ke makam para Wali Songo. Bahkan, sering kali dusun ini terlihat lengang karena mayoritas warganya sedang berangkat atau melaksanakan ibadah ziarah tersebut.

Semangat religius ini didorong oleh partisipasi seluruh warga Dusun Babatan. Mulai dari anak-anak santri TPQ, remaja masjid, kaum ibu dalam majelis taklim, para sesepuh, hingga tokoh masyarakat seperti Kepala Dusun Agus Hadi Susanto, para Ketua RT, dan seluruh pengurus organisasi yang bersatu hati atau sengkuyung untuk menjaga tradisi ini. Meskipun ada satu kelompok remaja putri yang sempat surut kegiatannya, hal ini justru menjadi pemacu bagi seluruh warga untuk saling menguatkan dan merangkul kembali sesama saudara seiman.

Seluruh kegiatan ibadah berpusat di lingkungan Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Kegiatan pengajian rutin dilaksanakan sepanjang minggu dengan jadwal yang telah disusun matang. Sementara untuk tradisi ziarah, warga melaksanakannya hampir sepanjang tahun, mulai dari skala mingguan, bulanan, hingga agenda akbar tahunan yang menjadi momen paling dinanti.

Bagi warga Dusun Babatan, ibadah dan ziarah bukan sekadar rutinitas atau wisata semata. Tradisi ini bertujuan untuk meneladani perjuangan dan akhlak mulia para pendahulu, sesepuh desa, hingga para Wali yang telah menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan serta membentuk rantai pendidikan spiritual yang utuh agar nilai-nilai agama terus terwaris dengan baik kepada generasi penerus. Di tengah arus modernisasi yang serba cepat, warga Dusun Babatan ingin tetap menjaga identitas dan membuktikan bahwa agama dapat menjadi pondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Kunci utama keberhasilan dan keberlangsungan tradisi ini terletak pada Istiqomah atau ketetapan hati dalam berjamaah. Dengan adanya struktur kegiatan yang jelas, dukungan lembaga pendidikan agama, serta rasa tanggung jawab bersama yang tinggi, proses regenerasi penerus “peziarah” terus berjalan lancar. Semangat gotong royong dan rasa memiliki yang kuat antarwarga membuat setiap kegiatan dapat disusun, dilaksanakan, dan dijaga kualitasnya dari waktu ke waktu.

Dengan segala kekayaan tradisi dan kesalehan sosial yang dimilikinya, Dusun Babatan kini telah menjelma menjadi oase ketenangan di tengah masyarakat Lamongan. Gelar “Kampung Peziarah” yang disandangnya bukan sekadar nama, melainkan bukti abadi bahwa di sini, agama hidup, tumbuh, dan dijalankan dengan sepenuh hati.

Sunariyanto

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *