Gaji, — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang mengadakan kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan sabun cuci piring berbahan alami bersama ibu-ibu kader PKK Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di Aula Balai Desa Gaji. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat melalui pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi bahan alami di lingkungan masyarakat yang dapat dimanfaatkan menjadi produk rumah tangga. Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN mengenalkan cara sederhana dalam mengolah bahan yang mudah diperoleh menjadi sabun cuci piring. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan yang dapat diterapkan oleh ibu-ibu kader PKK dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bidan Rini selaku perwakilan kader PKK Desa Gaji. Setelah itu, materi mengenai pembuatan sabun cuci piring disampaikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Shonia Ismawati. Penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik yang dipandu oleh Danu Hendryawan Saputra dan Ella Khusnia Putri. Alat yang digunakan meliputi blender, baskom, pisau, talenan, saringan, dan botol kemasan. Adapun bahan yang digunakan terdiri atas air, texapon, daun pandan, garam, dan jeruk nipis.
Proses pembuatan dimulai dengan mencuci dan memotong daun pandan menjadi bagian-bagian kecil. Daun pandan yang sudah dipotong dimasukkan ke dalam blender dan ditambahkan air secukupnya kemudian di blender. Setelah diblender kemudian disaring untuk memperoleh sari air pandan. Sari air pandan tersebut kemudian dituangkan ke dalam wadah. Selanjutnya, texapon dimasukkan ke dalam wadah dan diaduk secara perlahan hingga tercampur. Setelah itu, garam halus dan perasan jeruk nipis ditambahkan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga merata dan tidak menggumpal. Setelah seluruh bahan tercampur, larutan dimasukkan ke dalam botol dan didiamkan semalaman agar busa atau gelembung berkurang serta teksturnya menjadi lebih sempurna.
Dalam kegiatan tersebut, Shonia Ismawati menjelaskan, “Pemanfaatan bahan yang ada di sekitar dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.” Sementara itu, Bidan Rini menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN karena memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi ibu-ibu kader PKK Desa Gaji.
Kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan sabun cuci piring berlangsung dengan antusias. Ibu-ibu kader PKK tidak hanya mengikuti penyampaian materi, tetapi juga turut berpartisipasi secara langsung dalam proses pembuatan sabun. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan sederhana di lingkungan sekitar dapat menjadi sarana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang berharap keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu kader PKK Desa Gaji. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan. *** Tim KKN











