JAKARTA — Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 mencatat rencana investasi sebesar Rp20,073 triliun untuk Jawa Tengah. Forum yang digelar di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (27/8/2026), tersebut juga menghasilkan 74 Letter of Intent (LoI) dari 36 pelaku usaha.
CJIBF 2026 diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri atas pemerintah pusat dan daerah, kedutaan negara sahabat, kawasan industri, asosiasi usaha, BUMN/BUMD, perbankan, serta calon investor dari dalam dan luar negeri.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tingginya nilai rencana investasi tersebut menunjukkan besarnya potensi Jawa Tengah sekaligus mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di daerah.
“Jawa Tengah memiliki potensi investasi yang besar. Yang terpenting sekarang bagaimana seluruh komitmen ini kita kawal bersama agar bisa masuk ke tahap realisasi, sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.
Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jateng memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem investasi di Jawa Tengah, mulai dari membuka akses layanan dan pembiayaan hingga mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha.
“Bank Jateng siap menjadi mitra strategis bagi investor dan dunia usaha yang masuk maupun mengembangkan bisnisnya di Jawa Tengah. Kami tidak hanya hadir melalui layanan perbankan, tetapi juga berupaya membangun sinergi yang dapat mendukung kelancaran aktivitas usaha dan memperkuat perekonomian daerah,” kata Bambang.
Menurut Bambang, momentum CJIBF menjadi kesempatan bagi Bank Jateng untuk memperluas kolaborasi dengan investor dan pelaku usaha sekaligus menggali berbagai peluang bisnis yang dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat Jawa Tengah.
“Berbagai potensi investasi yang muncul dalam forum ini tentu perlu dikawal bersama. Bank Jateng akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar peluang kerja sama yang ada dapat ditindaklanjuti secara konkret dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dari rangkaian One-on-One Meeting, tercatat sebanyak 74 LoI dari 36 pelaku usaha. Berbagai kepeminatan tersebut selanjutnya akan dikawal dan ditindaklanjuti agar dapat direalisasikan menjadi investasi di Jawa Tengah.
Sejumlah komitmen investasi dalam CJIBF 2026 juga ditandai dengan penandatanganan komitmen dan kerja sama. Di antaranya PT Hyrecmas Garam Nusantara dengan nilai investasi Rp681,84 miliar, PT Hailex Technology Indonesia sebesar Rp175 miliar, PT Cipta Kreasi Wisata sebesar Rp200 miliar, serta PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung Industrial Park senilai Rp8,7 triliun.
Selanjutnya, PT Yosun Tire and Rubber mencatat komitmen investasi sebesar Rp4 triliun. Sementara itu, CV Cita Nasional dan CV Capita Farm menjalin kerja sama suplai susu sapi segar senilai Rp1,11 miliar per tahun.
Adapun PT Energy 3 International, Inc. menjalin nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah terkait pengelolaan sampah terpadu dengan nilai kerja sama mencapai Rp5,2 triliun.
Dalam forum tersebut, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI Ichsan Zulkarnaen, Ph.D., turut menyampaikan arah kebijakan investasi nasional serta pentingnya peningkatan daya saing daerah untuk menarik investasi.
Pemerintah juga terus mendorong kemudahan perizinan, hilirisasi, serta penyediaan Investment Project Ready to Offer (IPRO) agar berbagai potensi investasi di daerah dapat lebih cepat direalisasikan.
Dalam pemaparannya, turut disampaikan sejumlah indikator perekonomian nasional, antara lain pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 sebesar 5,29 persen, inflasi Juli 2026 sebesar 2,88 persen, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Juni 2026 sebesar 10,21 persen secara tahunan, serta pertumbuhan kredit sebesar 12,67 persen secara tahunan.
Bank Jateng Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Dunia Usaha
Sejalan dengan upaya mendorong masuknya investasi ke Jawa Tengah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) turut memanfaatkan CJIBF 2026 sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan investor.
Melalui forum tersebut, Bank Jateng melakukan penjajakan sekaligus menindaklanjuti berbagai potensi bisnis bersama investor dan pelaku usaha. Potensi kerja sama yang dijajaki mencakup layanan funding, lending, payroll, hingga transaction banking.
Salah satu kerja sama yang berhasil direalisasikan yakni penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) layanan payroll antara Bank Jateng dan CV Jaya Setia Plastik (JSP). PKS tersebut ditandatangani Direktur Bisnis Dana, Jasa dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita bersama Owner CV Jaya Setia Plastik Fahruddin. Penandatanganan disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko.
Layanan payroll tersebut akan diterapkan secara bertahap. Pada tahap awal, layanan mencakup sekitar 200 karyawan dari total sekitar 4.000 karyawan CV Jaya Setia Plastik.
Direktur Bisnis Dana, Jasa dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Jateng menghadirkan solusi perbankan yang dapat mendukung kebutuhan operasional perusahaan sekaligus memberikan kemudahan bagi karyawan dalam mengakses layanan perbankan.
“Kerja sama payroll ini menjadi salah satu bentuk bagaimana Bank Jateng hadir mendukung kebutuhan dunia usaha. Tidak hanya dari sisi layanan payroll, tetapi kami juga membuka ruang untuk mengembangkan kerja sama bisnis yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” kata Anna.
Menurut Anna, sinergi dengan pelaku usaha akan terus diperkuat seiring dengan peran Bank Jateng dalam mendukung aktivitas perekonomian dan pengembangan dunia usaha di Jawa Tengah.
“Harapannya, kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perusahaan maupun karyawan. Bank Jateng siap menjadi mitra dalam mendukung aktivitas bisnis dan kebutuhan transaksi perusahaan,” pungkasnya.
Selanjutnya, Bank Jateng melalui Kantor Cabang Kudus akan menindaklanjuti implementasi layanan payroll JSP sekaligus menggali potensi bisnis perusahaan secara lebih luas.
Selain kerja sama dengan JSP, Bank Jateng juga akan melakukan tindak lanjut terhadap berbagai potensi kerja sama dengan investor dan pelaku usaha yang diperoleh melalui rangkaian One-on-One Meeting, Business Meeting, maupun aktivitas booth selama penyelenggaraan CJIBF 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Jateng untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dunia usaha sekaligus mendukung terciptanya investasi yang memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan masyarakat Jawa Tengah. ***











