Limbah Mengalir ke Danau Singkarak, Bau Busuk Meresahkan — Direktur BUMNAGMA X Koto Febby Bungkam

banner 636x380

TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Pemandangan memprihatinkan terekam langsung di tepian Danau Singkarak. Pantauan awak media Rabu (24/09) memperlihatkan saluran pembuangan yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) III Koto Rambatan, membuang limbah bercampur sampah langsung ke aliran menuju danau. Kondisi ini memicu bau busuk yang menyengat dan serbuan lalat, sangat meresahkan warga sekitar. Saat dikonfirmasi Sabtu (26/09) via WhatsApp, Febby selaku Direktur BUMNAGMA Kecamatan X Koto tidak memberikan jawaban maupun tanggapan apa pun.

 

banner 636x380

 

Foto yang diabadikan membuktikan fakta di lapangan: pipa pembuangan terlihat mengalirkan cairan keruh yang bercampur sampah plastik, sisa makanan, dan puing-puing, tertahan di antara tumpukan kayu dan dedaunan kering sebelum masuk ke perairan Danau Singkarak. Lokasi ini berada di lingkungan SPPG III Koto Rambatan, Jorong Pasir Jaya, Padang Luar Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan — fasilitas yang dikelola di bawah pengawasan BUMNAGMA. Seharusnya pengelolaan limbah dilakukan secara tertib dan aman, bukan dibuang begitu saja.

 

 

Dampaknya dirasakan langsung warga. Bau tak sedap menyebar ke pemukiman, kian pekat di siang hari. Lalat berkerumun, mengganggu aktivitas sehari-hari, dikhawatirkan membawa penyakit. Danau Singkarak bukan sekadar pemandangan indah — ia adalah sumber air, ikan, dan penghidupan ribuan keluarga. Jika limbah terus mengalir tanpa diolah, kerusakan yang ditimbulkan tidak akan mudah dipulihkan. Warga berhak bertanya: mengapa hal ini dibiarkan terjadi?

 

SPPG III Koto Rambatan dengan identitas CV8TEHYR beroperasi sebagai unit pelayanan gizi yang dipercaya mengelola pemenuhan pangan masyarakat. Pengelolaannya berada di bawah BUMNAGMA Kecamatan X Koto, yang dipimpin langsung oleh Febby selaku Direktur. Jabatan ini menuntut tanggung jawab ganda — menjamin kualitas pelayanan sekaligus menjaga lingkungan tempat kegiatan berlangsung. Namun kenyataan di lapangan belum mencerminkan tanggung jawab tersebut.

 

 

Awak media berupaya mencari kejelasan. Pada Sabtu (26/09), pesan dikirimkan melalui WhatsApp kepada Febby. Awak media meminta penjelasan terkait dugaan pembuangan limbah, pengelolaan yang dinilai tidak optimal, serta keluhan bau dan lalat yang meresahkan warga. Namun hingga berita ini ditayangkan, tidak ada balasan, tidak ada penjelasan, tidak ada langkah perbaikan yang diinformasikan. Kebisuan ini justru menambah keraguan di tengah masyarakat.

 

oppo_34

Tanggung jawab tidak bisa diabaikan hanya karena tidak dijawab. Fasilitas yang dibangun dengan dukungan publik wajib mengikuti aturan lingkungan. Pengolahan limbah yang baik bukan biaya tambahan — itu kewajiban mutlak. Jika saat ini terlihat begitu berantakan di tepian danau, bagaimana di bagian yang tidak terlihat? Warga berhak mengetahui kebenaran, dan berhak mendapat jaminan perbaikan segera.

 

 

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Febby maupun jajaran BUMNAGMA Kecamatan X Koto. Awak media akan terus berupaya mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait serta memantau tindakan perbaikan di lokasi. Danau Singkarak tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian siapa pun. Jawaban yang ditunggu warga bukan sekadar alasan — melainkan tindakan nyata yang mengembalikan kebersihan dan keindahan danau ini seperti semula.***

banner 636x380