Mengisap Jari Saat Terluka: Benar atau Bohong?

Nasional112 Dilihat
banner 468x60

Apakah Ibu sudah menonton film ‘Inang’? Dalam salah satu trailer film yang bergenrethriller-horror ini ada adegan yang sweetantara Naysila Mirdad dan Dimas Anggara, ya.

Saat jari Naysila terluka akibat menyentuh kaca yang pecah, tiba-tiba Dimas menghisap jari Naysila yang berdarah.

banner 525x280

Saat masih kecil, jika terkena luka seperti ini harus segera dihisap, luka pasti langsung berhenti,” ujar Dimas dalam potongan film ‘Inang’.

Dikabarkan bahwa mengisap jari ketika terluka dapat mempercepat proses penyembuhan. Apakah hal itu benar?

Agar lebih jelasnya, berikut kumpulkan informasi mengenai kebiasaan mengisap jari saat luka untuk Mama.

1. Luka yang dijilat terjadi secara alami

Ketika menghadapi luka kecil atau memar, sebagian besar orang secara alami akan menjilat atau menyerap darah dari area tubuh yang terluka. Biasanya terjadi pada jari.

Ternyata bukan hanya manusia saja, hewan seperti anjing, kucing, harimau, singa, dan makhluk lain yang memiliki lidah serta air liur juga melakukan hal yang sama.

Bahkan terdapat ungkapan yang sering dipakai,‘lick your wounds’(lesapkan luka kamu), yang artinya memanfaatkan waktu untuk kembali mendapatkan kekuatan atau kebahagiaan setelah mengalami kekalahan atau pengalaman buruk.

2. Menyerap luka, baik atau buruk?

Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan oleh ilmuwan Belanda dan dilaporkan diThe FASEB Journal,menunjukkan bahwa mengoleskan air liur pada luka terbuka memiliki berbagai manfaat.

Tampaknya senyawa tertentu dalam air liur yang dikenal sebagai histatin tidak hanya menghancurkan bakteri, mencegah infeksi, tetapi juga mempercepat proses penyembuhan.

3. Air ludah dapat menjadi obat

“Penelitian ini tidak hanya menjawab pertanyaan biologis mengapa hewan mengusap luka mereka,” kata Gerald Weissmann, MD,editor-in-chief dari The FASEB Journal.

Ini juga menjelaskan mengapa luka di mulut, seperti bekas pencabutan gigi, sembuh jauh lebih cepat dibandingkan luka kulit dan tulang yang sejenis. Hal ini juga membawa kita pada pemikiran untuk mulai memandang air liur sebagai sumber obat yang baru,” katanya lagi.

Manfaat tambahan lain dari menjilat luka adalah luka kecil dapat dibersihkan dari kotoran seperti debu, jaringan yang terinfeksi, dan benda asing lainnya.

4. Menghisap jari yang terluka juga berbahaya

Meskipun air liur mengandung protein dan enzim yang membantu proses penyembuhan luka, penting untuk diingat bahwa mulut kita juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai jenis bakteri.

Diperkirakan terdapat lebih dari 100 juta mikroba yang terdiri dari lebih dari 600 spesies berbeda dalam setiap mililiter air liur. Bakteri ini sama sekali tidak berbahaya selama berada di dalam mulut dan tidak ada luka terbuka di dalamnya.

Faktanya, bakteri di dalam mulut menjadi penyebab berbagai penyakit yang sering dialami manusia, terutama gangguan gusi dan kerusakan gigi, seperti karies gigi.

5. Kejadian yang berakibat fatal akibat menjilat atau mengisap luka

Mengulum atau menghisap bagian tubuh yang luka bisa menjadi tindakan yang sangat tidak baik jika kamu memiliki riwayat gangguan sistem imun.

Beberapa kasus yang mematikan dan aneh dilaporkan dalam artikel tahun 2002 yang diterbitkan diJurnal Medis New England.

Artikel ini menguraikan bagaimana dokter di Jerman terpaksa memotong jari tangan seorang pria penderita diabetes yang menggigit luka kecil akibat terjatuh dari sepedanya.

Pasien penderita diabetes menjadi korban necrotizing fasciitis atau dikenal sebagai bakteri ‘pemakan daging’, yang mampu merusak jaringan hanya dalam waktu 12 hingga 24 jam. Tidak adanya pengobatan darurat dapat menyebabkan konsekuensi yang mematikan.

Pemeriksaan tambahan menunjukkan terdapat dua jenis bakteri: Eikenella corrodens, yang biasanya ditemukan di dalam mulut, dan Streptococcus anginosus, yang sering ditemukan pada kulit dan tenggorokan, yang dapat menyebabkan infeksi.

Harus dicatat bahwa infeksi semacam ini jarang terjadi dan hanya terjadi apabila korban memiliki kecenderungan tertentu; dalam kasus ini, penderitanya menderita diabetes.

6. Jangan izinkan hewan peliharaan menggigit luka kamu

Dan yang perlu diingat, jangan biarkan hewan peliharaan kesayangan kamu menggigit luka yang ada di tubuhmu.

Banyak bakteri terdapat di dalam tubuh kita, mirip dengan sel-sel manusia. Kumpulan ini, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai flora, mencakup bakteri kulit, bakteri mulut atau bakteri usus, serta jamur dan eukariota lainnya.

Sistem imun manusia telah beradaptasi dengan flora ini dan belajar untuk hidup seimbang dengannya. Setiap individu memiliki flora yang berbeda, dan tanpa kehadiran bakteri-bakteri ini, kamu tidak akan mampu bertahan hidup.

Namun, terpapar bakteri asing seperti yang berasal dari air liur hewan, dapat sangat berbahaya.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks tersebut: 1. Inilah fakta mengenai kebiasaan mengisap atau menjilati jari yang terluka. Apakah Ibu juga sering melakukan hal ini? 2. Ini adalah informasi tentang kebiasaan mengisap atau menjilati jari yang luka. Apakah Mama juga kerap melakukannya? 3. Berikut fakta terkait kebiasaan mengisap atau menjilati jari yang cedera. Apakah Ibu juga sering melakukan hal itu? 4. Itulah fakta seputar kebiasaan mengisap atau menjilati jari yang terluka. Apakah Ibu juga biasa melakukannya? 5. Inilah fakta mengenai tindakan mengisap atau menjilati jari yang terluka. Apakah Mama juga sering melakukan hal tersebut?

Plester Tipis yang Menawarkan Solusi Perawatan Luka Modern dan Elegan 12 Metode Menghilangkan Noda Luka Hitam Menggunakan Bahan Alami 5 Tanda-Tanda Diabetes Basah, Menyebabkan Luka Sulit Pulih!

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *