Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 85 UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 1 Gaji dan MI Tholabiyah Gaji, Desa Gaji, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat (21/8/2026) dan Sabtu (22/8/2026), tersebut menjadi upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada siswa mengenai bullying serta membangun kesadaran untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sosialisasi pertama dilaksanakan di SD Negeri 1 Gaji pada Jumat (21/8/2026) dengan peserta siswa kelas IV, V, dan VI. Kegiatan kemudian dilanjutkan di MI Tholabiyah Gaji pada Sabtu (22/8/2026) dengan peserta siswa kelas V A dan V B. Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan memanfaatkan video pemantik, ice breaking, penyampaian materi, diskusi, serta media refleksi yang melibatkan siswa secara langsung.
Pendekatan interaktif tersebut digunakan agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bullying, tetapi juga mampu memahami dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tayangan dan pembahasan yang diberikan, siswa diajak melihat berbagai bentuk perundungan serta memahami pentingnya menjaga perkataan dan tindakan ketika berinteraksi dengan teman.
Mahasiswa KKN Posko 85 juga mengajak siswa untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai pesan yang diperoleh dari tayangan yang diberikan. Siswa diberikan ruang untuk mengungkapkan pemahaman dan hikmah yang mereka dapatkan sehingga pembahasan mengenai bullying tidak hanya berlangsung satu arah, tetapi menjadi ruang bagi siswa untuk berpikir dan menyampaikan pendapat.
Maurenza Nafidzul Haq Al Ghifari selaku perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan bahwa edukasi anti-bullying perlu diberikan sejak usia sekolah agar siswa memiliki pemahaman mengenai pentingnya menghargai sesama.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukan hanya tindakan fisik. Perkataan dan perilaku yang membuat teman merasa takut, malu, tidak nyaman, atau terluka juga perlu dihindari. Kami ingin siswa dapat membangun pertemanan yang lebih positif dan saling menghargai,” ujarnya.
Kepala SD Negeri 1 Gaji, Ibu Anita, S.Pd.SD., M.Pd., memberikan apresiasi terhadap kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Posko 85. Menurutnya, edukasi mengenai anti-bullying menjadi hal penting bagi siswa karena dapat membantu mereka memahami cara berinteraksi dan memperlakukan teman dengan baik.
“Anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai bagaimana menjaga sikap kepada teman. Mereka juga harus mengetahui bahwa tidak semua hal yang dianggap bercanda dapat diterima oleh orang lain,” ungkap Ibu Anita.
Sementara itu, Bapak Muslimin, S.Pd.I., turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan membuat materi lebih mudah diterima dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami persoalan bullying dari sudut pandang mereka sendiri.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berpikir, menyampaikan pendapat, dan mengambil hikmah dari materi yang diberikan. Harapannya, pemahaman tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari,” jelasnya.
Dari sisi peserta, salah satu siswa bernama Tirta mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai bullying setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia memahami bahwa tindakan yang dapat menyakiti orang lain tidak selalu berbentuk kekerasan secara fisik, tetapi juga dapat muncul melalui perkataan maupun perilaku.
“Saya jadi lebih tahu tentang bullying dan bagaimana seharusnya bersikap kepada teman. Kita harus saling menghargai dan tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat teman merasa sedih atau tidak nyaman,” ujar Tirta.
Selain memberikan pemahaman, kegiatan tersebut juga memberikan ruang kepada siswa untuk melakukan refleksi melalui sticky note. Siswa menuangkan pesan, kesan, maupun hal yang mereka renungkan setelah mengikuti sosialisasi. Catatan tersebut kemudian dikumpulkan dan menjadi bagian dari refleksi bersama.
Sticky note yang telah dikumpulkan menjadi gambaran mengenai pemahaman dan perasaan siswa setelah mengikuti sosialisasi. Beberapa catatan digunakan sebagai bahan renungan untuk mengajak siswa kembali memikirkan pentingnya menjaga ucapan, menghargai perasaan teman, serta berani mengambil sikap ketika melihat tindakan bullying.
Melalui refleksi tersebut, mahasiswa KKN Posko 85 berharap pesan anti-bullying tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Renungan yang dituliskan siswa diharapkan dapat menjadi pengingat untuk menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Kegiatan sosialisasi anti-bullying ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa KKN Posko 85 UIN Walisongo Semarang dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman, sehat, dan bebas dari tindakan perundungan.
Penulis : Tim KKN Amerta Posko 85, UIN Walisongo Semarang
